"Semua pencurian itu dilakukan dengan sangat cepat."
"Saat pengendara masuk lagi ke mobil dan menyadari kehilangan barang, seluruh anggota sindikat sudah tidak ada di lokasi," ungkapnya.
AKBP Sigit mengatakan, barang-barang hasil curian biasanya langsung dijual dan dikirim ke Jakarta.
Hal itu dilakukan pelaku untuk menghilangkan jejak.
Lebih lanjut, AKBP Sigit mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya dengan orang-orang yang mencurigakan yang ditemui di jalan.
Adapun salah satu korban sindikat penjambret ini yakni seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Ia menjadi korban penjambretan saat perjalanan menuju RS UNS. ***