MAUMERE, PORTALOKA.ID - Warga Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat dalam kondisi mengenaskan—hanya tersisa kerangka dan tidak utuh.
Temuan ini langsung menimbulkan tanda tanya besar: siapa korban ini? Apa yang sebenarnya terjadi?
Tim medis dari Puskesmas Tuanggeo langsung melakukan pemeriksaan forensik di Kantor Puskesmas Palue.
Dipimpin oleh dr. Veronika Haryanti Icha Lada, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki, dengan beberapa bagian tubuh yang masih dapat diidentifikasi.
Tulang kepala, rahang atas, serta gigi geraham bagian kiri dan kanan ditemukan masih utuh, sementara tulang belakang mengalami retak.
Hal ini memunculkan dugaan bahwa korban mungkin mengalami kekerasan sebelum meninggal.
Dari analisis lebih lanjut menggunakan rumus Trotter Glesser, tinggi jenazah diperkirakan antara 137,76 hingga 143,96 cm.
Namun, hingga kini, identitas korban masih menjadi teka-teki besar.
Keputusan Mengejutkan: Dimakamkan di Halaman Rumah Polisi
Setelah koordinasi antara Kapolsubsektor Palue Ipda Wilfridus Baga, Bhabinkamtibmas Brigpol Yohanes Paulus Beny, serta Briptu I Gusti Ngurah Putra Kencana bersama Camat Palue, tokoh adat, dan perangkat desa, akhirnya diputuskan bahwa jenazah dimakamkan secara Katolik di halaman rumah Ipda Wilfridus Baga di Dusun Mudemi, Desa Reruwarere.
Keputusan ini tentu saja mengejutkan banyak pihak, mengingat pemakaman biasanya dilakukan di lahan khusus.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat pada pukul 17.15 WITA, dipimpin oleh Pastor Paroki Uwa, Romo Rudi Rado PR.