Sabtu, 18 Juli 2026

Prihatin Limbah Kayu Terbuang Percuma, Peserta BRI UMKM EXPO(RT) Ini Olah Limbah Jati Jadi Produk Multifungsi dan Ramah Lingkungan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 17 Februari 2025 | 16:31 WIB
Abe Kreasi asal Kota Semarang sulap limbah kayu jadi jadi kerajinan bernilai ekonomis tinggi (Istimewa)
Abe Kreasi asal Kota Semarang sulap limbah kayu jadi jadi kerajinan bernilai ekonomis tinggi (Istimewa)

PORTALOKA.ID - Limbah kayu yang dianggap sebagian orang tidak berguna, di tangan orang yang tepat bisa menjadi produk yang menarik.

Berawal dari keprihatinan melihat banyak limbah kayu yang terbuang, Anita Egyanti, pemilik usaha Abe Kreasi dari Kota Semarang, mencoba mengolahnya menjadi barang multifungsi dan bernilai ekonomis tinggi.

Anita membuat kerajinan tangan dengan limbah kayu jati sebagai bahan utamanya.

Sejak didirikan pada 2019, Abe Kreasi yang menjadi salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuktikan bagaimana inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat melahirkan peluang bisnis yang menjanjikan.

Baca Juga: Cerita Sukses Pelaku UMKM Binaan BRI, Hadirkan Batik Modern untuk Generasi Muda Lewat Ethnic Gendhis

Anita menceritakan idenya bermula dari melihat limbah kayu jati, yang sering kali hanya berakhir sebagai sampah atau dibakar.

Dengan semangat ingin memberikan kehidupan kedua bagi limbah tersebut, ia mulai membuat produk seperti pot, kotak tisu, hingga kerajinan lainnya.

Keunikan dari produk Abe Kreasi adalah semua berbahan dasar limbah kayu jati yang disulap menjadi berbagai bentuk geometris seperti kotak, segi enam, atau segi delapan yang mudah diterima pasar.

“Desain geometris ini tidak hanya estetis, tetapi juga multifungsi. Contohnya, kotak perhiasan bisa juga digunakan untuk tempat alat tulis kecil,” ungkap Anita.

Baca Juga: Sri Mulyani Setujui THR PNS dan PPPK Cair, Segini Estimasi Besarannya antara ASN Pusat dan Daerah

Anita juga menjelaskan bahwa semua produk Abe Kreasi menggunakan finishing water-based, yang lebih ramah lingkungan dibanding bahan berbasis minyak.

Meski bukan untuk makanan, produk-produk ini aman bagi pengguna dan turut menjaga ozon.

Menggunakan limbah kayu jati sebagai bahan baku membawa tantangan tersendiri, terutama soal ketersediaan material.

Anita mengakui bahwa dirinya harus kreatif untuk memanfaatkan potongan kayu yang kecil-kecil menjadi desain yang menarik.

Baca Juga: Prabowo Wajibkan Pengusaha Simpan 100 Persen Devisa Hasil Ekspor SDA di Bank RI: Selama Ini Banyak Disimpan di Luar Negeri

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X