Minggu, 19 Juli 2026

Prabowo Terkesan dengan Sambutan Meriah di Kongres Muslimat NU

Photo Author
Rohmana Kurniandari, Portaloka
- Selasa, 11 Februari 2025 | 12:52 WIB
Prabowo terkesan dengan sambutan meriah di Kongres Muslimat NU. (Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Prabowo terkesan dengan sambutan meriah di Kongres Muslimat NU. (Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

SURABAYA, PORTALOKA.ID - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kesannya atas sambutan meriah ribuan Muslimat NU yang menyambut kedatangannya dalam acara Kongres XVIII Muslimat NU yang dihelat di Jatim International Expo Convention Exhibition, Senin, 10 Februari 2025 sore. 

Hal itu Prabowo sampaikan saat membuka Kongres ke XVIII sekaligus memberikan kata sambutannya.

Ia mengatakan dirinya ‘grogi’ ketika melihat semangat membara para Muslimat NU.

“Saya sebetulnya, saya sudah sering memberi taklimat memberi ceramah tapi saya terus terang saja agak grogi, agak grogi, ibu, emak-emaknya banyak sekali,” kata Prabowo.

Baca Juga: Ketika Prabowo Duduk di Kursi Guru Sambil Pantau Aktivitas Siswa saat Sidak Makan Bergizi Gratis di Bogor

“Tadinya grogi, tapi kok sambutannya begitu baik sama saya. Terima kasih. Mantap,” lanjutnya disambut gemuruh tepuk tangan para Muslimat NU ke Prabowo.

Di kesempatan yang sama, Prabowo mengutarakan bahwa peran NU sangat penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Di setiap krisis bangsa, NU selalu hadir untuk menyelamatkan bangsa.

“Jadi, benar sekali saya sangat hormat saya menyampaikan kepada muslimat kepada NU luar biasa dalam sejarahnya, dalam setiap krisis bangsa NU muncul untuk menyelematkan bangsa,” tutur Prabowo.

Baca Juga: Di Hadiri Kongres Muslimat NU, Prabowo Sebut Ada Upaya Pecah Belah: Ada yang Mau Pisahkan Saya dengan Pak Jokowi, Lucu Juga

Prabowo menyebut juga fakta sejarah perjuangan menuju Indonesia merdeka melawan penjajahan di Surabaya pada peristiwa 10 November. Hal ini cocok dengan tempat besarnya NU di Jawa Timur.

“Sangat tepat saya kira bahwa NU memang lahir dan besar di Jawa Timur. Kemerdekaan kita diuji, kemerdekaan kita saya selalu katakan diproklamasikan di Jakarta, 17 Agustus 1945 tapi diuji di Surabaya, 10 November,” imbuhnya.***

Editor: Rohmana Kurniandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X