CIAMIS, PORTALOKA.ID - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ciamis menggelar Expo ke-22 Tahun Ajaran 2024/2025 dengan tema "Bhineka Tunggal Ika Peran Budaya sebagai Penentu Identitas Bangsa" berlangsung meriah, Rabu, 8 Januari 2025.
Acara tersebut digelar di halaman kampus SMPN 1 Ciamis.
Expo ke-22 ini merupakan hajatan rutin kelas IX yang menampilkan berbagai macam budaya nusantara mulai seni musik, tari, teater dan stand pameran yang memuat tentang keragaman nilai budaya nusantara.
Ketua Pelaksana yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sudarman mengatakan, expo ini sudah dipersiapkan sejak beberapa semester sebelumnya.
Baca Juga: Ini Kado Baznas Ciamis untuk Hadiah Milad ke-4 Kampung Zakat Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis
"Anak anak yang menyiapkan semuanya sendiri dibantu guru dan pembinanya selama semester terakhir ini, untuk menampilkan pada acara Expo ke 22 kali ini," kata Sudarman.
Menurutnya, jika pun kelas IX tidak termasuk dalam kurikulum merdeka, Expo ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk mengekspresikan apa itu kurikulum merdeka.
"Kami juga menerapkan sesuai dengan kurikulum merdeka, ada P5, gelar karya, meskipun angkatan mereka menggunakan kurikulum yang lama, tapi anak difasilitasi oleh kita untuk bisa mengekspresikan, maka dengan expo ini mereka bisa mengenal lebih tentang kurikulum merdeka," ujarnya.
Sudarman berharap agar para siswa-siswi SMPN 1 Ciamis memiliki wawasan yang luas tentang kebhinekaan yang didalamnya ada budaya nusantara yang beragam.
Baca Juga: 5 Fakta Kebakaran SPBU Cuplik Sukoharjo, Nomor 5 Bikin Terkejut
"Dengan wawasan yang luas diharapkan anak memiliki kemampuan literasi, mencari informasi yang berkaitan dengan budaya masing masing pilihannya," katanya.
Kegiatan ini menampilkan beragam pagelaran seni seperti seni musik, seni tari, seni teater, dan pameran makanan tradisional serta replika rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Harapan kami, siswa-siswi SMPN 1 Ciamis dapat memiliki wawasan yang luas tentang kebhinekaan dan budaya Nusantara. Mereka belajar memahami ciri khas daerah pilihan mereka, termasuk makanan, tarian, dan tradisi,” tambah Sudarman.
”Semua ini dikemas menjadi karya seni seperti tarian, teater, atau pameran makanan tradisional yang mereka olah sendiri dengan bimbingan guru selama beberapa semester,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Sri Mulyani Setujui Besaran Uang Makan PNS dan Uang Lauk Pauk TNI-Polri 2025, Segini Nominalnya untuk Golongan I sampai IV
Usia Pensiun Kerja Naik Menjadi 59 Tahun Mulai Januari 2025
Sego Lodeh Pak To Kudus Cuma Rp4.000? Ini Dia Rekomendasi Nex Carlos!
Kecelakaan Bus Murni Jaya Terguling di Sawah Panjatan Kulon Progo Yogyakarta, Bagaimana Kondisi Korban?
Update Kebakaran Hebat Hanguskan SPBU Cuplik Sukoharjo, Pertamina: Ada Drum di Dalam Mobil
Hadir di 70 Kota, Zendo Ojek Online Muhammadiyah Akan Jadi Pesaing Grab dan Gojek