Peristiwa ini menarik perhatian seorang pakar atau konsultan Cybersecurity Teguh Aprianto, yang juga seorang Founder of Ethical Hacker Indonesia.
Baca Juga: Bagikan Video Diduga Uang Palsu di ATM BRI, Pria Asal Takalar Ini Akhirnya Minta Maaf
Saat mendengar isu ini, Teguh Aprianto mengaku merasa janggal. Karena data yang diklaim tidak meyakinkan, Teguh enggan berkomentar di awal isu ransomware mencuat.
Kecurigaan itu ternyata benar. Setelah tenggat waktu penebusan terlewat, Teguh menemukan data ransomware yang dipublikasi ternyata yang pernah ditemukan di internet.
"Setelah tenggat waktunya udah habis, akhirnya datanya dirilis oleh pelaku. Isi datanya cuma 1 file excel yang isinya cuma 100 row data yang match dengan salah satu dokumen di scribd dan pdfcoffee. Mari tepuk tangan untuk Bashe, group ransomware terkocak sepanjang masa," kata Teguh Aprianto lewat akun X resminya, @secgron pada Rabu, 25 Desember 2024.
Postingannya disertai dengan screenshot data yang dipublikasikan oleh Bashe. Ada juga screenshot data dari ScribD.
Klaim BRI telah menjadi korban Bashe Ransomware ini pun akhirnya dianggap tidak terjadi oleh masyarakat.
Itu karena itu nasabah BRI tetap dapat mengakses sistem operasional dan layanan perbankan BRI seperti mobile banking saat kabar serangan siber itu viral.***
Artikel Terkait
Viral! Aksi Balap Liar Berujung Kecelakaan Beruntun di Prambanan Klaten, Beberapa Motor Hancur Berantakan
Rekomendasi Wisata Baru di Puncak Bogor: Hibisc Fantasi yang Ramah Keluarga
Kecelakaan Tunggal Mobil Masuk Jurang Sedalam 10 Meter di Sempor Kebumen, Diduga Sopir Mengantuk
5 Fakta Kecelakaan Adu Banteng-Tabrak Pohon Kelapa di Kulon Progo Yogyakarta, Sempat Menghindar hingga 3 Kendaraan Rusak
Resep Ayam Taliwang Khas Lombok ala Chef Rudy Choirudin, Cocok Banget untuk Makan Bersama saat Kumpul Keluarga
Resmi Dibuka, Berikut Jadwal SNPMB 2025, Cek Tanggal Penting SNBP dan SNBT di Sini, Jangan Sampai Terlewat!