KLATEN, PORTALOKA.ID - Sejumlah wilayah di Indonesia sudah memasuki musih penghujan, tak terkecuali Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Boyolali pun sudah melakukan berbagai persiapan mulai dari kebijakan dan teknis operasional.
Hal itu dilakukan untuk mengatisipasi dampak bencana alam.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali, Suratno menjelaskan Kabupaten Boyolali memiliki sejarah beberapa macam bencana alam.
Di antaranya banjir, cuaca ekstrem disertai hujan lebat, tanah longsor dan angin kencang.
Hal itu tentunya berpotensi membahayakan kehidupan masyarakat Kota Susu.
Suratno mengatakan peta rawan bencana tanah lonsor ada beberapa di kecamatan.
Potensi tanah longsong selama ini terjadi di Kecamatan Selo, Cepogo, Gladagsari, Karanggede.
"Di kecamatan tersebut juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem yang dsertai dengan hujan lebat," ucap Suratno, Selasa, 19 November 2024.
"Kalau di wilayah Boyolali utara tanah longsor berpotensi terjadi di Kecamatan Kemusuk, Klego, Ngandong, Juwangi."
"Sedangkan di sisi selatan ada di Kecamatan Sawit dan Banyubono," imbuhnya.
"Kalau tanah longsor tergantung pada kontur tanah, saat terjadi kemiringan lahan maka potensi longsor terjadi," tambahnya.
Artikel Terkait
Diterjang Angin Puting Beliung, Ratusan Rumah di Desa Tambong Wetan Klaten Rusak, Ada yang Tertimpa Pohon Besar
Atap Bangunan SD N 1 Tambong Wetan Klaten Rusak Gegara Disapu Angin Puting Beliung, Naskah Basah Asesmen Sumatif Akhir Semester Siswa Ditunda
Bupati Klaten Sri Mulyani Meninjau Desa Tambong Wetan, Lihat Kondisi Rumah Warga Pasca Disapu Angin Puting Beliung
BPBD Kabupaten Klaten Dirikan Dapur Umum di Balai Desa Tambong Wetan Kalikotes Pasca Rumah Warga Disapu Angin Puting Beliung