Jika kredit yang sudah direstrukturisasi masih belum terpenuhi, ia mengatakan BRI akan mengakserasi proses recovery.
"Hal ini sudah menjadi bisnis model di segmen mikro. Jadi di front end memang harus agresif mencari muatan dan kemudian muatan itu dipilah, ada yang bisa ditahan dalam keadaan sehat, dan itu tugasnya mid end," kata Sunarso.
"Tapi kemudian kalau yang nggak sehat dilempar ke belakang, di bagian back end, dan back end itu memang biasa melakukan restrukturisasi, kalau masih bisa punya harapan, dan kalau sudah tidak bisa diapakan-apakan lagi ya di write off”, ungkapnya.
Write off atau hapus buku kredit macet bakal dilakukan, namun penagihan tetap dilakukan. Sunarso mengatakan hasil dari penagihan itu adalah pendapatan dari recovery.
"Karena sebenarnya, itu uang kita yang sudah kita cadangkan dan kita tarik balik. Makanya dalam bentuk pendapatan dari recovery. Jadi bisnis model ini yang perlu dipahami oleh semua stakeholder," tandasnya.***
Artikel Terkait
BRI Danareksa Sekuritas Sukses Meraih Peringkat Pertama dalam Kompetisi Pembukaan Rekening Efek Terbanyak pada Investor Protection Month 2024
BRI Peduli Menggelar Pelatihan Ekspor Bagi UMKM Binaan, Dorong Pengusaha Go Global dan Bersaing di Pasar Internasional
BRI Kurangi Jumlah Kantor, Tingkatkan Sharing Economy ke Masyarakat Lewat AgenBRILink
BRI Imbau Masyarakat Waspada Penipuan dengan Modus Tagihan Pajak Berekstensi APK
Berawal dari Coba-Coba, AgenBRILink di Situbondo Ini Berhasil Dekatkan Akses Perbankan Masyarakat hingga Dipercaya sebagai ‘Bank Mini BRI’
Peringati Hari Pahlawan 2024, BRI Salurkan Beasiswa Bagi Anak TNI dan Polri
Skor ESG di S&P Meningkat, BRI Perkuat Posisi Sebagai Pemimpin Keberlanjutan di Sektor Perbankan
BRI Gelar Treasury Banking Summit, Perkuat Sinergi dengan Mitra Guna Pertumbuhan Bisnis Perbankan
Bank Kustodian BRI Luncurkan Fitur Baru Multi-share Class, Permudah Manajer Investasi Kelola Kebutuhan Investor
Kualitas Aset Semakin Baik, Ini Sederet Strategi BRI Turunkan Rasio Kredit Bermasalah