Kamis, 4 Juni 2026

Corelab BRI Journalism 360: Promedia Ajak Mahasiswa UNDIP Berani jadi Pengusaha Media

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 28 Oktober 2024 | 22:28 WIB
Seminar Corelab BRI Journalism 360 di Kampus UNDIP Semarang (Handy Dannu Wijaya)
Seminar Corelab BRI Journalism 360 di Kampus UNDIP Semarang (Handy Dannu Wijaya)

Baca Juga: Klaster Usaha Manggis di Bali Perluas Jaringan Pemasaran Berkat Program Pemberdayaan BRI

Lebih lanjut, Sulis mengungkap adanya program contentpreneur bagi individu yang memiliki bakat atau keahlian dalam membuat konten.

Lantas, bagaimana cara creator content mendapatkan pendapatan yang tinggi?

CEO Promedia itu menerangkan, kolaborasi atau kerja sama yang tepat akan membuat para kreator konten mendapatkan pendapatan yang menguntungkan secara ekonomi.

Sulis juga menyebut, Promedia telah bekerja sama dengan lebih dari 1.000 media dan lebih dari 4.000 orang penulis media online.

Baca Juga: Indonesia Akan Gabung dengan BRICS, Prabowo: RI Perlu Hadir, Kita Mau Berada di Mana-mana

Pernyataan itu juga semakin meyakinkan para peserta Corelab di Kampus FISIP UNDIP, bahwa Promedia memiliki ekosistem media online terbesar di Indonesia.

Event Corelab di Kampus FISIP UNDIP ini adalah salah satu kegiatan yang digelar Promedia di Semarang.

Terdapat satu event menarik lainnya, yakni Mediapreneur Talk di Hotel Aston Semarang, pada Kamis, 24 Oktober 2024.

Terkait penyelenggaraan event itu, CEO Promedia itu menuturkan upayanya untuk mendorong kolaborasi lebih luas antara media-media di daerah dengan perusahaannya.

Baca Juga: Damkar Evakuasi HP yang Dilempar Balita ke Sumur Sedalam 8 Meter di Wonosari, Klaten, Kesal Ponsel Mati Gegara Baterai Habis

Sulis menjelaskan jumlah media di Indonesia sangat banyak, namun belum banyak yang secara teknologi cukup mumpuni untuk menjadikan medianya profitable (menghasilkan keuntungan).

"Promedia membuka tangan untuk bekerja sama dengan media-media di daerah. Tidak hanya media online, tapi juga radio dan televisi lokal," tutup CEO Promedia.

Selain pemaparan terkait media daring, seminar dilanjutkan oleh Business Development Specialist, Handy Dannu Wijaya yang memaparkan terkait perkembangan media sosial yang mengubah gaya pembawaan informasi.

"Sosial media itu seperti ilmu hitam, membuat orang percaya dan takut akan hal-hal yang sebetulnya belum terjadi. Selain itu, media sosial juga mengubah cara penyampaian informasi yang lebih singkat, ringan, bahkan lebih mudah sampai ke pembaca", ungkapnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X