Kamis, 4 Juni 2026

Cara Prabowo Kemahkan Anggota Kabinet di Akmil Magelang, Mirip Pendekatan Kedisiplinan Pejabat di Negara Lain

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:56 WIB
Cara Prabowo kemahkan menteri dan kepala lembaga di Akmil Magelang disebut mirip dengan pendekatan kedisiplinan seperti negara lain (Istimewa)
Cara Prabowo kemahkan menteri dan kepala lembaga di Akmil Magelang disebut mirip dengan pendekatan kedisiplinan seperti negara lain (Istimewa)

PORTALOKA.ID - Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai, langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mengumpulkan jajaran kabinetnya dan menerima pembekalan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan karakter kepemimpinan para pejabat hingga memperkuat kerja tim.

Dengan demikian, lanjut Fahmi, jajaran Kabinet Merah Putih dapat siap dan efektif dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang begitu cepat.

“Pelatihan di lingkungan militer diharapkan dapat meningkatkan karakter kepemimpinan para pejabat, memperkuat kerja tim, dan menyiapkan mereka untuk menghadapi berbagai tantangan dengan cepat dan efektif,” jelas Fahmi.

Fahmi lantas mengungkap bahwa sejumlah negara lainnya, seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang dan Australia, juga telah mengimplementasikan pendekatan serupa dan hal tersebut tidak mengarah pada militerisme.

Baca Juga: Polisi Temukan Pemicu Kecelakaan Karambol 4 Truk di Jalan Yogyakarta- Wates Bantul Yogyakarta, Belum Ada Tersangka, Ini Alasannya

“Misalnya, di Amerika Serikat, para pejabat sipil dan bahkan anggota Kongres dapat mengikuti program pelatihan di institusi seperti National Defense University dan US Army War College."

"Proses ini tetap berada dalam kerangka demokrasi yang kokoh, di mana kontrol sipil atas militer tetap dipertahankan,” ungkap Fahmi.

Contoh lainnya yaitu para pejabat sipil di Korea Selatan yang turut dilibatkan dalam pelatihan di lembaga-lembaga militer, seperti Korea National Defense University.

Meskipun demikian, kontrol sipil dan supremasi demokrasi tetap menjadi prinsip utama yang dipegang teguh.

Baca Juga: Katup Penampung Semen di Pabrik Mix Beton Sedayu Yogyakarta Rusak, Efeknya Mirip Asap Erupsi Gunung, Tidak Ada Korban Jiwa

Selanjutnya adalah Jepang dan Australia. Kedua negara itu juga menerapkan pendekatan serupa, di mana pelatihan untuk pejabat sipil di akademi pertahanan difokuskan pada peningkatan koordinasi dan respon terhadap krisis.

Fahmi menyebut, pengalaman dari negara-negara tersebut menunjukkan bahwa pelatihan di lembaga militer tidak secara otomatis mengarah pada militerisme.

“Sebaliknya, saya kira justru menunjukkan bahwa pelatihan di lembaga militer dapat memperkuat kapasitas respons pemerintah terhadap tantangan keamanan, memperkuat ketahanan nasional, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih terinformasi, dengan tetap menjaga nilai-nilai demokrasi,” sambung dia.

Melalui pendekatan ini Fahmi meyakini, Presiden Prabowo ingin membentuk kabinet yang lebih solid dan siap menghadapi tantangan, dengan cara yang tegas serta terstruktur, namun tetap adaptif terhadap dinamika yang ada.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X