Kamis, 4 Juni 2026

Kemeriahan Warga Desa Wiro, Klaten Berebut 10 Gunungan Berisi Uang Tunai, Kambing dan Hasil Bumi Tradisi Rasulan

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Senin, 30 September 2024 | 06:49 WIB
Ratusan warga Dukuh Wiro, Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, berebut gunungan hasil bumi, uang tunai dan tenongan dalam acara perayaan tradisi rasulan atau bersih desa. (Portaloka.id/Wulan KP)
Ratusan warga Dukuh Wiro, Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, berebut gunungan hasil bumi, uang tunai dan tenongan dalam acara perayaan tradisi rasulan atau bersih desa. (Portaloka.id/Wulan KP)

Ernawati mengatakan ia mendapatkan sayur mayur dan uang tunai Rp 10 ribu.

Baca Juga: Kemeriahan Ratusan Warga Desa Pokak, Klaten Berebut 3 Gunungan Hasil Bumi Tradisi Bersih Sendang Sinongko, Wujud Syukur Panen Melimpah

Rencananya, sayuran yang ia dapatkan akan dimasak sedangkan uang tunai akan ditabung.

"Ada sayuran terong, cabai, tomat, apel sama uang Rp 10 ribu."

"Tadi dapatnya susah, berebut sama orang-orang. Rencana ya buat dimasak di rumah. Semoga menjadi berkah. Uangnya ditabung nanti," ucapnya.

Panitia acara, Sri Daryanto mengatakan tradisi bersih dusun atau rasulan ini sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu secara turun temurun.

Baca Juga: 5 Fakta Kebakaran Kafe di Lantai 2 Pasar Pedan, Klaten, Kata Polisi soal Dugaan Penyebab hingga Besaran Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Dalam tradisi bersih dusun diadakan 3 kegiatan yakni doa bersama warga, kirab budaya dan pagelaran wayang kulit dengan dalang Jalu Tomo Pandoyo.

“Tradisi rasulan ini agenda rutin tahunan warga Dusun Wiro. Tradisi ini sudah ada sejak era Mataram Islam."

"Tradisi itu sebagai ungkapan rasa syukur warga, atas hasil panen yang melimpah dan rejeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada masyarakat Wiro," katanya.

Tradisi budaya itu digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Kafe di Lantai 2 Pasar Pedan, Klaten, Begini Kata Polisi soal Dugaan Penyebabnya

"Jumlahnya sepuluh, yang tiga sarat utama, yang tujuh gunungan pengiring. Isinya hasil bumi masyarakat Desa Wiro, mayoritas pertanian ada kacang dan buah."

"Ini merupakan wujud rasa syukur, sehingga kita ambil acara rasulan setelah panen kedua, jadi Alhamdulillah panen bagus tidak diserang hama," katanya.

"Ini wujud rasa syukur ekspresi sekaligus doa dan harapan semoga kedepan dengan sedekah ini penghasilan dari masyarakat Desa Wiro semakin melimpah," ucapnya. ***

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X