Ernawati mengatakan ia mendapatkan sayur mayur dan uang tunai Rp 10 ribu.
Rencananya, sayuran yang ia dapatkan akan dimasak sedangkan uang tunai akan ditabung.
"Ada sayuran terong, cabai, tomat, apel sama uang Rp 10 ribu."
"Tadi dapatnya susah, berebut sama orang-orang. Rencana ya buat dimasak di rumah. Semoga menjadi berkah. Uangnya ditabung nanti," ucapnya.
Panitia acara, Sri Daryanto mengatakan tradisi bersih dusun atau rasulan ini sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu secara turun temurun.
Dalam tradisi bersih dusun diadakan 3 kegiatan yakni doa bersama warga, kirab budaya dan pagelaran wayang kulit dengan dalang Jalu Tomo Pandoyo.
“Tradisi rasulan ini agenda rutin tahunan warga Dusun Wiro. Tradisi ini sudah ada sejak era Mataram Islam."
"Tradisi itu sebagai ungkapan rasa syukur warga, atas hasil panen yang melimpah dan rejeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada masyarakat Wiro," katanya.
Tradisi budaya itu digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Kafe di Lantai 2 Pasar Pedan, Klaten, Begini Kata Polisi soal Dugaan Penyebabnya
"Jumlahnya sepuluh, yang tiga sarat utama, yang tujuh gunungan pengiring. Isinya hasil bumi masyarakat Desa Wiro, mayoritas pertanian ada kacang dan buah."
"Ini merupakan wujud rasa syukur, sehingga kita ambil acara rasulan setelah panen kedua, jadi Alhamdulillah panen bagus tidak diserang hama," katanya.
"Ini wujud rasa syukur ekspresi sekaligus doa dan harapan semoga kedepan dengan sedekah ini penghasilan dari masyarakat Desa Wiro semakin melimpah," ucapnya. ***
Artikel Terkait
Meriah! Ratusan Warga Berebut 3 Gunungan Buah, Sayur dan Nasi Tumpeng, Tradisi Bersih Desa di Trucuk, Klaten
Kemeriahan Ratusan Warga Desa Pokak, Klaten Berebut 3 Gunungan Hasil Bumi Tradisi Bersih Sendang Sinongko, Wujud Syukur Panen Melimpah
Kemeriahan Ratusan Warga Berebut 8 Gunungan Hasil Bumi dan Jajanan Pasar Festival Candi Kembar di Klaten, Bupati: Meningkatkan Potensi Wisata dan UMKM
Ratusan Warga Demakijo, Klaten Ngalap Berkah Berebut 3 Kuintal Gunungan Beras Rojolele Srinuk dan Sayuran hingga Kemeriahan Kirab Budaya
Kemeriahan Bersih Desa Karangpakel, Trucuk, Klaten, Ratusan Warga Rebutan 8 Tumpeng dan 4 Gunungan Hasil Bumi