"Untuk hasil uji laboratorium sampel makanan keluar sekitar dua minggu lagi," sambung Jeffry.
Kepala SDU Aisyiyah Bantul, Suwardi mengatakan keracunan ini terjadi secara acak pada siswa.
Sedangkan semua siswa dari kelas 1 sampai 6 SDU Aisyiyah mengkonsumsi menu yang sama.
"Karena memang ini random sekali, ada anak yang terdampak dan tidak. Padahal mereka mengkonsumsi makanan yang sama. Kalau yang mengalami gejala mual itu ada 64 orang," ujar Suwardi.
Belajar dari kasus yang telah terjadi, Suwardi membeberkan akan memperketat bahan makanan yang akan diberikan pada siswa.
Lebih lanjut katanya, menu makan siang anak-anak akan ditinjau kembali.
"Nah, PJJ besok itu kami akan memperbaiki SOP terkait dengan bahan-bahan makanan yang masuk ke sekolah, jadi nanti di-review (ditinjau ulang) dulu," kata Suwardi.***
Artikel Terkait
Kronologi Penemuan Jasad Lansia di Kulon Progo Yogyakarta, Ada Sejumlah Luka Lecet dan Darah Bagian Wajah
4 Fakta Penemuan Jasad Lansia Sebatang Kara di Kulon Progo Yogyakarta: Sosok Jarang Bergaul dan Belum Menikah
5 Fakta Puluhan Siswa SD di Bantul Yogyakarta Keracunan Makan Siang, Ada yang Jalani Rawat Inap hingga Pihak Sekolah Buka Suara
Tragedi Keracunan Massal Siswa SD Swasta di Bantul Yogyakarta, 64 Terdampak, 5 Jalani Rawat Inap
Alasan RSUP Dr Soeradji Tak Bisa Beberkan Kondisi Terbaru Mahasiswi UMS Asal Manokwari yang Kecelakaan di Jalan Jogja-Solo, Pasar Kraguman Klaten
Mahasiswa UMS Asal Manokwari yang Kecelakaan di Jalan Solo-Jogja Meninggal Dunia, Mahasiswa Aktif Teknik Sipil