Senin, 13 Juli 2026

Kronologi 64 Siswa di SDU Aisyiyah Bantul Yogyakarta Alami Keracunan Makanan dari Sekola, Diduga Gegara Nugget Ayam

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Jumat, 13 September 2024 | 20:14 WIB
Ilustrasi gejala mual, muntah pada siswa SDU Aisyiyah Bantul Yogyakarta diduga gegaran makan Nugget Ayam dari sekolah (Freepik)
Ilustrasi gejala mual, muntah pada siswa SDU Aisyiyah Bantul Yogyakarta diduga gegaran makan Nugget Ayam dari sekolah (Freepik)

PORTALOKA.ID - Sebanyak 64 siswa di SDU Aisyiyah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami Keracunan makanan.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 10 September 2024.

Kasus bermula pada pukul 11:30 hingga 12:00 WIB semua siswa swasta tersebut menyantap makan siang dari pihak sekolahan.

Makanan dihidangkan pihak sekolah dengan menu nasi, sayur lodeh dan nugget ayam.

Baca Juga: Tragedi Keracunan Massal Siswa SD Swasta di Bantul Yogyakarta, 64 Terdampak, 5 Jalani Rawat Inap

Seusai menyantap makan siang bersaa siswa kelas 1 sampai 6 SDU Aisyiyah kembali melakukan pembelajaran.

Satu jam berselang, tepatnya pada pukul 13:00 hingga 14:00 WIB ada sekitar 10 anak yang mengalami sakit perut.

Kasi Humas Polres Bantul, I Nengah Jeffry mengatakan gejala yang dialami murid tersebut adalah mual, pusing dan muntah.

"Saat proses pembelajaran mengaji tiba-tiba sekitar 10 anak mengeluh sakit perut disertai dengan mual, pusing dan muntah," ujar Jeffry.

Baca Juga: 5 Fakta Puluhan Siswa SD di Bantul Yogyakarta Keracunan Makan Siang, Ada yang Jalani Rawat Inap hingga Pihak Sekolah Buka Suara

Jeffry mengatakan ada siswa di sekolah tersebut mengeluhkan rasa nugget ayam yang berbeda dari biasanya.

Untuk memastikan penyebab keracunan kata Jeffry, harus melakukan uji laboratorium pada makanan yang dihidangkan saat itu.

"Sempat ada siswa yang cerita ke salah satu guru kalau nugget ayam yang dimakan rasanya tidak seperti biasanya, akan tetapi untuk memastikannya perlu menunggu hasil laboratorium dari sampel makanan. Kalau dugaan awal ya karena lauk nugget ayam itu," kata Jeffry.

Lebih lanjut katanya, hasil laboratoium akan muncul 2 minggu setelah penelitian.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X