PORTALOKA.ID - Serangan siber yang terjadi terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) masih menjadi perbincangan hangat.
Serangan yang terjadi dalam bentuk ransomware itu terjadi sejak Senin, 17 Juni 2024.
Tiga hari pasca serangan tersebut, PDNS mulai mengalami infeksi perangkat lunak berbahaya (malicious software) atau malware.
Hal itu berdampak pada lumpuhnya PDNS dan tidak dapat diakses sejak Kamis, 20 Juni 2024.
Serangan siber ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan.
Baru-baru ini muncul petisi di situs Change.org yang meminta agar Menkominfo, Budi Arie Setiadi mundur.
Petisi itu digagas oleh Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet).
SAFEnet adalah organisasi masyarakat sipil yang memperjuangkan hak-hak digital di Asia Tenggara.
Petisi tersebut dibuat oleh SAFEnet pada 26 Juni 2024.
Dalam petisi tersebut, SAFEnet meminta Budi Arie mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggung jawaban atas serangan siber yang terjadi.
Selain itu, Budi Arie juga dituntut untuk meminta maaf secara terbuka.
SAFEnet juga meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengaudit keamanan semua teknologi dan sumber daya manusia keamanan siber negara yang saat ini digunakan.
Artikel Terkait
Tidak Hanya Curug Tujuh, Ciamis Punya 5 Air Terjun Indah yang Jarang Diketahui, Tempatnya Masih Alami
Timnas Indonesia Masuk di Grup C, Begini Reaksi Ketum PSSI Erick Thoir soal Hasil Drawing Kualifikasi Putaran Ketiga Piala Dunia 2026 Zona Asia
Ide Jualan Murah Meriah Tahu Bakso Ala Ibu Rumah Tangga, Rasanya Empuk Asin dan Gurih Maksimal
Hanya 3 Langkah, Cara Membuat Tuum Peda Khas Sunda Paling Enak, Dijamin Gak Ada yang Bisa Nolak Kelezatannya
Stop Overthinking! Saatnya Camping di Bukit Cihulu Bogor Cuma 2,5 Jam dari Jakarta, Viewnya Cantik Udaranya Sejuk
10 Menit Langsung Jadi, Ini Dia Resep Bubur Ayam Simpel, Menu Sarapan Sejuta Umat