Kamis, 8 Oktober 2026

Awal Mula Perundungan Siswa SD Pemalang Terbongkar: Kecurigaan sang Nenek Lihat Memar di Perut Korban

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 22:05 WIB
Diah Indriyanti mengungkapkan anaknya berubah setelah mendapat penganiayaan dari kakak kelasnya. (YouTube Curhat Bang Denny Sumargo)
Diah Indriyanti mengungkapkan anaknya berubah setelah mendapat penganiayaan dari kakak kelasnya. (YouTube Curhat Bang Denny Sumargo)

PORTALOKA.ID - Kasus dugaan perundungan yang menyebabkan satu siswa SDN 01 Kebondalem Pemalang meninggal dunia menuai perhatian publik.

Pasalnya, korban dan terduga pelaku sama-sama masih duduk di sekolah dasar.

Ibu korban, Diah Indriyanti, membeberkan bahwa mendiang putranya, MHAA (7) menunjukkan perubahan perilaku setelah diduga mendapat perundungan dari kakak kelasnya itu.

“Sebelum kejadian kayak gini, dia sehat, ceria, sering bantu orang tua. Dia itu juga anaknya rajin mengaji, salat, enggak pernah main kemana-mana, cuma main ke rumah mbah,” ujar Diah dalam pengakuannya, dikutip dari video podcast yang diunggah di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Hakim Beberkan Alasannya

“Semenjak kejadian itu, memang agak beda dari makan, minum, sama raut wajah itu seperti kayak menghindar dari saya. Sampai dia pulang sekolah, ganti baju sendiri terus bilang ‘Mama, Aqib ke rumah simbah,’” jelasnya.

Perubahan pada korban juga turut dirasakan oleh kakek dan neneknya, sehingga melapor kepada Diah.

“Nenek ini bilang Aqib agak beda, makannya enggak lahap, terus kok udah lemas. Nenek ini biasanya kalau makannya beda, dibalurin minyak kayu putih,” lanjutnya.

Diah mengungkapkan saat itu justru sang nenek yang menemukan ada luka memar di perut Aqib.

Baca Juga: Usut Kasus Dugaan Perundungan Siswa hingga Meninggal, Polisi Periksa Kepala Sekolah SDN 01 Kebondalem Pemalang

“Nenek sempet lihat di perut kayak ada memar, disampein ke saya. Pas Aqib pulang, saya tanya kenapa. Dia memang ketakutan, ekspresinya beda. Jadi, saya enggak tanya lagi,” paparnya.

Kemudian malam harinya, Aqib mengeluh sakit perut dan langsung dibawa ke dokter.

“Di situ dokter bilang, ‘Bu, maaf ini anak sehat, enggak ada riwayat apa-apa. Ini perutnya kayak ada semacam pukulan,’” sambungnya.

Saat ditanya oleh dokter, Aqib baru mengaku memar di perutnya karena perbuatan kakak kelas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Arman Odie

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X