Andy mengaku tidak tahu pasti penyebab beberapa sekolah tidak terdaftar sebagai penerima manfaat. Namun, ia menduga hal itu karena adanya pemutakhiran dan validasi data yang dilakukan oleh BGN.
Terkait hal itu, Andy mengaku pihaknya sudah mengajukan kembali sekolah-sekolah tersebut agar masuk dalam daftar penerima manfaat.
Di samping itu, pihaknya juga sudah menyampaikan masalah tersebut kepada sekolah-sekolah.
"Kami juga sudah mendatangi sekolah-sekolah, silaturahmi sekalian meminta maaf karena tidak dilayani dulu untuk sementara. Kemudian, kita usahakan bagaimana mekanisme selanjutnya, juga mencari tahun apa sih masalahnya kenapa sampai tidak tersalur," terang dia.
Andy mengaku belum bisa memastikan kapan pendistribusian MBG ke sekolah-sekolah tersebut kembali normal. Namun, ia menegaskan pihaknya sedang mengupayakan agar sekolah kembali menerima MBG.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Baregbeg, Ipah Saripah, S.Pd., M.Pd., sebagai salah satu kelompok penerima manfaat mengatakan pihaknya tidak mendapatkan MBG sejak Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Ipah, pihaknya mendapat pemberitahuan dari SPPG perihal pemberhentian sementara MBG pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
"Kemarin Sabtu ada pemberitahuan dari SPPG katanya tidak akan disalur MBG dulu. Kami tidak tahu penyebabnya apa. Tapi, tadi juga dari SPPG sudah ada ke sini menyampaikan permohonan maaf," jelas Ipah.
Untuk sementara waktu, pihak sekolah menyarankan anak-anak membawa bekal dari rumah. Dia berharap penyaluran MBG segera normal kembali.***
Artikel Terkait
Fokus Kembangkan Bisnis Dalam Negeri, Boy Thohir Bawa Pulang Rp12,6 Triliun dari Australia
Heboh Konten ‘Day One’ Supplier Ayam MBG, Kirim 280 Kg dengan Mobil Bak Terbuka, Chef Kumink: Seperti Membongkar Kebobrokan SPPG
Rencana Gaji PPPK Ditanggung Pemerintah Pusat Disambut Baik, Pemda Bisa Fokus Percepat Pembangunan
Awas Mesin Jebol! Kenali Bahaya Oli Palsu dan Cara Jitu Memilih yang Asli
Indonesia Juara ASEAN Cup, Evolusi Taktik John Herdman Disorot
Prabowo Puji Timnas Indonesia Usai Juara i FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung soal Bonus
Mulai dengan Rp10.000, Masyarakat Sudah Bisa Jadi Investor Lewat PINTAR Reksa Dana
33 Peserta Wakili Kabupaten Ciamis di OMI 2026 Jawa Barat, Berebut Tiket ke Tingkat Nasional
Disnakkan Ciamis Gelar Bimtek Peningkatan Kompetensi Penyembelih Hewan Guna Jamin Keamanan Pangan
Kronologi Kematian Siswa SD Pemalang, Diduga Jadi Korban Perundungan hingga Sempat Dirawat di Rumah Sakit 8 Hari