Rabu, 2 September 2026

293 Santri Ponpes Manbhaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Bermula saat Jam Makan Siang

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 2 September 2026 | 08:38 WIB
Ratusan santri Ponpes Manbhaul Hikam Sidoarjo diduga keracunan MBG (Instagram @malangraya_info)
Ratusan santri Ponpes Manbhaul Hikam Sidoarjo diduga keracunan MBG (Instagram @malangraya_info)

Saat itu, sebanyak 1.010 porsi makanan MBG dari SPPG Kalitengah dikonsumsi siswa-siswi di Madrasah Aliyah (MA) dan MTs Manbhaul Hikam.

Pada pukul 16.00 WIB beberapa jam setelah makan siang, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala kesehatan.

Mereka dilaporkan mengalami pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas, sehingga kemudian pihak ponpes membawa para korban ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan penanganan pertama.

Baca Juga: 8 Nama WNI yang Direkrut jadi Tentara Rusia, Intelijen Ukraina Sebut sebagai Garda Terdepan saat Perang Tanpa Pelatihan

Sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah santri yang mengalami gejala mual dan muntah terus bertambah hingga mencapai puluhan santri.

Melihat kondisi yang semakin mendesak, pengurus pesantren berinisiatif menghubungi layanan ambulans untuk mengevakuasi para santri ke RS Pusura dan RSUD Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Periksa SPPG

Dalam kesempatan berbeda, Bupati Sidoarjo, Subandi memastikan seluruh santri dan santriwati sudah ditangani medis dengan baik.

Subandi menegaskan, pihak pemerintah daerah bergerak cepat menanggulangi kejadian ini dan mengimbau para orang tua santri agar tidak panik.

Baca Juga: 504 Dapur MBG Ditutup Permanen, 3 Ribu Dapur Lain Dalam Proses Pemeriksaan, BGN Beberkan Alasannya

"Insyaallah tinggal pemulihan. Semua sudah didata oleh pondok, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap orang tua," ujar Subandi dalam keterangannya, pada Selasa, 1 September 2026.

Terkait dugaan penyuplai makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin, Subandi menyatakan akan melakukan evaluasi dan peninjauan langsung ke lokasi besok.

"Besok kita akan cek ke lokasi SPPG yang ada di Tanggulangin, kenapa sampai terjadi seperti ini," tegas Subandi.

"Tugas kita sebagai kepala daerah adalah pengawasan," tandasnya.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak RS maupun otoritas pemerintah di Sidoarjo ihwal penyebab pasti terkait dugaan keracunan yang dialami para santri Manbhaul Hikam usai santap MBG.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X