CIAMIS, PORTALOKA.ID - Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama DPRD Ciamis membahas Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026.
Pembahasan tersebut berlangsung di tengah tantangan fiskal daerah yang masih menghadapkan Pemkab Ciamis pada kondisi defisit.
Pada kondisi tersebut Pemkab Ciamis bersama DPRD Kabupaten Ciamis menegaskan komitmen untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ciamis dalam rangka penetapan kesepakatan bersama terhadap Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 menjadi Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Ruang Tumenggung Wiradikusuma DPRD Kabupaten Ciamis pada Rabu malam, 26 Agustus 2026.
Bupati Apresiasi DPRD Ciamis
Dalam kesempatan itu, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Ciamis atas proses pembahasan yang dilaksanakan secara konstruktif, penuh semangat kebersamaan, serta mengedepankan komitmen dalam menentukan arah penganggaran daerah.
Menurut Bupati, tercapainya kesepakatan antara eksekutif dan legislatif merupakan wujud sinergi dalam menyusun prioritas anggaran yang lebih tepat sekaligus memastikan alokasi anggaran memberikan value for money dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setiap program dan kegiatan harus benar-benar diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak dan memberikan dampak yang jelas,” demikian penekanan Bupati dalam sambutannya.
Pendapatan Daerah Ciamis Ditetapkan Sebesar Rp2,199 T
Berdasarkan hasil pembahasan bersama, pendapatan daerah setelah perubahan ditetapkan sebesar Rp2,199 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp130,81 miliar atau 5,61 persen dibandingkan pendapatan murni Tahun Anggaran 2026.
Sementara itu, belanja daerah setelah perubahan ditetapkan sebesar Rp2,344 triliun, berkurang sebesar Rp135,81 miliar atau 5,48 persen dibandingkan belanja murni Tahun Anggaran 2026.
Dari selisih pendapatan dan belanja tersebut, terdapat defisit sebesar Rp145 miliar yang ditutup dengan pembiayaan netto sebesar Rp145 miliar.
Artikel Terkait
OJK Tegal Perluas Literasi Keuangan di Kalangan Pelajar Lewat KOMPEK 2026
Apresiasi Pengangkatan PPPK Paruh Waktu jadi Penuh Waktu, Banggar DPR: Tunggu Kepastian Alokasi RAPBN 2027
Dana Jurnalisme untuk Siapa? Jangan Lupakan Puluhan Ribu Media Belum Terverifikasi Dewan Pers
Pejabat BNPB jadi Sorotan Usai Wawancara Terkait Gempa NTT di Kafe, Begini Fakta di Baliknya
Bantu Jurnalis Promedia Bangkit Lagi, Salurkan Tali Asihmu untuk Mereka yang Terdampak Gempa NTT
Rekam Jejak Polisi di Wonogiri yang Jadi Tersangka Pelecehan hingga Kini Dijatuhi Sanksi Demosi 10 Tahun
Menag Nasaruddin Umar Dikabarkan Mundur dari Jabatan Menteri Agama
Kemenag Buka Suara Terkait Isu Pengunduran Diri Nasaruddin Umar dari Kursi Menteri Agama
Viral Aksi Para Siswa SD di NTT Sambut Kepala Dinas dari Seberang Sungai: Ayo Maju, Jangan Ragu!
Dinilai Terlalu Berat, DPR Minta Aturan Mutasi ASN 10 Tahun Dikaji Ulang