PORTALOKA.ID - Tengah viral di media sosial curhatan peternak ayam petelur yang diajak bekerja sama dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebuah unggahan di platform media sosial Threads itu membeberkan kelakuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga minta manipulasi harga dan sengaja memilih telur dengan kondisi kurang baik.
Dalam utas tersebut, pemilik akun @rissaayu90 menyebut bahwa ada oknum dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu memilih telur yang sudah hampir busuk karena ingin menekan harga.
Curhat Dapur MBG Minta Telur Hampir Expired dan Manipulasi Harga
Melalui utasnya, pemilik akun mengungkapkan bahwa ada dapur MBG yang ingin membeli telur ayam dalam jumlah banyak dari peternakannya.
Baca Juga: Segera Serbu! Ini Deretan Promo Spesial BRI di Momen HUT ke-81 RI, Dari Kuliner hingga Tiket Liburan
“Ada orang dari MBG mau beli telur dalam jumlah ratusan kilo, tapi yang dia mau telur yang udah lama atau tidak fresh karena harga telur yang lama harganya murah tapi hampir expired, dalamnya busuk,” tulisnya pada utas tersebut, dikutip pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Selain itu, ia menyebut bahwa oknum tersebut juga meminta ada penambahan harga yang ditulis dalam nota pembayaran.
“Terus saat dia mau beli telur fresh, dari aku harga Rp23.000 tapi dia nyuruh aku nyatet di nota dengan harga Rp25.000,” imbuhnya.
Minta Harga di Bawah Harga Pasar dan Penundaan Pembayaran
Utas viral yang mendapat likes lebih dari 12 ribu itu kemudian ramai dengan curhatan pedagang telur lainnya.
Baca Juga: Dapur MBG di Mojokerto Meledak Lalu Terbakar, Bangunan Ambruk Timpa Mobil
Salah satunya diungkap oleh akun Threads @alwayshappyandlucky yang membagikan cerita ibunya sebagai peternak dan diminta untuk jadi pemasok telur ayam ke salah satu dapur MBG.
Namun, ia menyebut bahwa pihak dapur meminta dengan harga di bawah harga pasar dan baru bisa membayar setelahnya.
Artikel Terkait
Penutupan 290 BUMN Menghemat Biaya Rp50 T, Pemerintah Bakal Tutup 750 BUMN Lagi yang Tak Produktif
Pemerintah Targetkan Bangun 1.386 Kampung Nelayan dan 30.000 KDKMP hingga Akhir 2026
Jejak Kontroversi Biduan Koplo Clareesya yang Dikecam usai Beredar Foto 'Gaya Takbir' Pakai Rok Mini
Kepala BKN Ungkap Fakta soal 2 Ribuan Pegawai Mundur dari ASN pada 2026
Maba UNNES Alami Kecelakaan Usai Ikut Ospek Kampus, Begini Kronologinya
Kondisi Pantai di Labuan Bajo usai Gempa NTT, Warga Ungkap Air Laut Sempat Surut