Adapun saat ini, Fitra membeberkan bahwa korban YTR sudah mulai bisa berkomunikasi, meski masih terbatas.
“Untuk berkomunikasi, kebetulan bicaranya masih sedikit-sedikit karena memang juga ini masih dalam masa pemulihan,” terang Fitra.
Tindakan selain operasi yang dilakukan oleh tim dokter, adalah melakukan debridement atau pembersihan luka pada korban.
“Saat ini memang belum operasi, kemarin di-debridement yaitu pembersihan luka dan juga saat ini keadaan umumnya, gizinya diperbaiki, dan juga keadaan psikisnya,” terangnya.
Baca Juga: Ayah Taufik Hidayat Mengaku Pernah Dipukul Pakai Kayu, Ungkap Anaknya Sempat Kabur dari Rumah
Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Tuai Sorotan Nasional
YTR merupakan korban penyekapan dan penganiayaan berat yang dilakukan oleh tersangka Taufik Hidayat selama 3 tahun di kos yang berada di Bandung, Jawa Barat.
Kasusnya menuai sorotan dan simpati nasional karena jejak luka pada korban yang memprihatinkan, seperti luka berat di kepala dan wajah, serta beberapa luka lainnya di tubuh.
Dalam kasus tersebut, Taufik ditetapkan sebagai tersangka dan sempat buron menjadi DPO selama beberapa hari sebelum akhirnya ditangkap di daerah Majalaya pada Selasa, 23 Juni 2026.
Presiden Prabowo pun turut menyampaikan keprihatinan dan berharap kejadian serupa tak terulang lagi melalui Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman yang sempat berkunjung ke RSHS Bandung untuk menjenguk korban.***
Artikel Terkait
Mengisi Libur Sekolah, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis Baznas Klaten
Buntut Kasus Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi Imbau Pemilik Kos Lebih Ketat Terima Penyewa: Tanya Surat Nikahnya
Kronologi Peserta Latsarmil Kopdes-KNMP Asal Sumut Novia Rahmadhani Meninggal Dunia
Berbagi Kebahagiaan di Bulan Muharam, Kemenag Ciamis Gelar Lebaran Yatim dan Disabilitas, Ajak Anak Yatim Bangkit dan Percaya Diri
Kontroversi di Balik Wafatnya 3 Calon Manajer Kopdes-KNMP: Pulang dalam Peti, Berujung Tindak 'Evaluasi'
SPBU Genteng Wetan Milik Siapa? Terungkap Mitra Pertamina yang Sempat Dropping Solar dari Truk Tangki PT Puspita Cipta
Debat Pabas Wakil Rektor UNY dengan Mahasiswa, Sebut Spanduk Aksi sebagai Sampah