“Lucunya, anak-anak di sekolah yang suka main judol dan minum alkohol dibiarin sama BK,” imbuhnya.
Saat masih bersekolah, pemilik utas mengaku sempat ingin keluar, tapi dihalangi dengan alasan bisa berdampak pada akreditasi sekolah.
“Akhirnya saya tahan sampai lulus, teman hampir tidak ada, setiap hari dimarahi guru di depan kelas tanpa alasan yang jelas padahal saya menjadi pendiam setelah kejadian yang membuat saya trauma,” sambungnya.
Respons SMAN 2 Bantul
Usai viralnya dugaan perundungan di media sosial, pihak SMAN 2 Bantul pun mengeluarkan pernyataan resminya.
Pihak sekolah meminta maaf kepada penyintas, keluarga, serta masyarakat luas karena situasi saat ini.
Sekolah juga memastikan akan melakukan evaluasi dan investigasi mengenai isu tersebut.
“SMAN 2 Bantul berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka, kooperatif, jika di kemudian hari ada proses investigasi ataupun evaluasi,” tulis pihak sekolah dalam keterangannya yang dirilis pada Sabtu, 20 Juni 2026.
“Kami siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar atau pihak sekolah, kami siap menerima sanksi serta konsekuensi sesuai dengan aturan kepegawaian dan perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.
Pihak sekolah mengaku terbuka dengan kritik, masukan, atau informasi lanjutan mengenai isu perundungan tersebut.***
Artikel Terkait
ESDM Klaim BBM B50 Aman untuk Kendaraan, Padahal Pernah Uji Coba Sendiri di 2025 dan Hasilnya Bikin Kecewa
Pria Diduga Intel Masuk Kampus UMY, Diamankan Mahasiswa Usai Aksi di Titik Nol Km Yogyakarta
Warga Keluhkan SPPG di Kudus Jateng yang Diduga Bakar Sampah Dapur Dekat Permukiman: Ini Laporan Meresahkan Kemana?
Ketentuan Penalti Rp100 Juta Seleksi Pegawai KDKMP dan KNMP Dicabut, Peserta Mundur Bisa Konfirmasi Ulang
Pengakuan Mahasiswi UNAIR yang Diduga Curi Iuran KIP-K Senilai Rp103 Juta, Dipakai Bayar Pinjol hingga Pengobatan Ortu
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polisi Terkait Ijazah Jokowi, Begini Kata Pengacara
Tren Nugas di Kafe, Viral Sekelompok Mahasiswa di Bali Bawa Printer ke Coffee Shop
UMKM Menjerit, Produsen Roti Curhat Harus Buang Adonan hingga Tutup Toko karena Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan dari PLN
Pesan Penting Prabowo untuk Menpora Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2030