Sabtu, 18 Juli 2026

Perkuat Kerja Sama dengan AS, Prabowo: Kami Butuh Mitra untuk Industrialisasi

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 19 Februari 2026 | 14:15 WIB
Presiden Prabowo hadiri US Chamber of Commerce (ist)
Presiden Prabowo hadiri US Chamber of Commerce (ist)

PORTALOKA.ID - Presiden Prabowo Subianto akan menandatangani perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dalam kunjungannya ke AS pada Kamis, 19 februari 2026 waktu setempat.

Dalam Forum Bisnis dengan US Chamber of Commerce di Washington D.C. pada Rabu (18/2) waktu setempat, Prabowo menyampaikan komitmen Indonesia untuk mempererat kerja sama dengan AS. Perjanjian tersebut akan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha kedua negara.

"Saya berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Saya pikir ini adalah perjanjian yang sangat signifikan bagi pelaku usaha dan investor dari kedua negara, serta bagi kawasan Pasifik yang lebih luas. Ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk terus memperdalam kerja sama ekonomi, memperkuat akses pasar, dan menciptakan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha," ujar Prabowo.

Prabowo pun mengajak para pengusaha AS untuk bermitra serius dengan Indonesia. Indonesia membutuhkan mitra dalam upaya modernisasi dan industrialisasi.

Baca Juga: Promedia Group dan Alduro Ganti Atap Rumah Wartawan Gratis, Perangi Sampah Sambil Tingkatan Kenyamanan Hunian Jurnalis

"Kita mencari mitra yang serius dan berjangka panjang, mitra yang akan bekerja bersama kita, menumbuhkan ekonomi bersama, dan saling menguntungkan. Kami berharap dapat menemukan mitra yang siap bergabung dalam upaya berkelanjutan kami untuk modernisasi dan industrialisasi negara saya," ujarnya.

Sovereign wealth fund yang baru dibentuk Indonesia, yaitu Danantara, saat ini sedang menjalankan berbagai proyek hilirisasi.

"Kami terus maju dengan pengolahan industri hilir. Dan saya pikir Danantara akan menjadi mesin kunci untuk langkah ini. Misalnya, kami baru saja memulai 18 proyek baru, pengolahan hilir pada tahun ini," Prabowo mengungkapkan.

Prabowo mengatakan, Danantara mampu menjadi mitra utama bagi perusahaan maupun investor di sektor industri.

Baca Juga: Di Hadapan Pengusaha Amerika, Prabowo Cerita Soal MBG

"Saya pikir bagi perusahaan Amerika, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap bahwa Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi. Indonesia dapat dilihat sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini," ucapnya.

Ia pun menerangkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia kuat. Pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5 persen. Inflasi terkendali. Pemerintah menjaga disiplin fiskal. Stabilitas negara terjaga. Karena itu, Indonesia adalah tujuan investasi yang menarik bagi para investor asing.

"Foreign Direct Investment (FDI) sangat baik. Tahun lalu mencapai USD 53 miliar. Ini mencerminkan kepercayaan terhadap ekonomi kita, ukuran pasar kita, potensi pertumbuhan, stabilitas politik, dan arah kebijakan kita," ucapnya.

Diakui Prabowo, terdapat berbagai persoalan yang perlu diatasi oleh pemerintahannya. Di antaranya korupsi, penyelundupan, aktivitas ekonomi ilegal. Saat ini pemerintah sedang berupaya memberantas hal-hal tersebut.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X