Dany menilai, jika dikelola dengan tepat, ia bisa menjadi fondasi lompatan industri nasional ke level yang lebih tinggi.
“Tantangannya bukan pada ketersediaan sumber daya. Tantangannya ada pada instrumen, kualitas tata kelola dan strategi pengelolaannya,” terangnya.
Menurutnya, Hilirisasi adalah instrumen untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif.
Ketika nilai tambah diciptakan di dalam negeri, yang tumbuh bukan hanya ekspor, tetapi lapangan kerja berkualitas, basis industri nasional, dan ekonomi daerah.
Baca Juga: Kemenag Usulkan 630 Ribu PPPK Guru Madrasah Swasta Melalui Jalur Afirmasi
"Naik kelas bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan tentang pertumbuhan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan yang inklusif."ujarnya.
Ia mencontohkan pembangunan smelter oleh Grup MIND ID sebagai implementasi nyata hilirisasi yang memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja serta menciptakan multiplier effect ekonomi di berbagai sektor.
“Satu smelter bisa melahirkan 10 sampai 12 industri hilir. Ekosistemnya harus dirancang sejak awal,” ujarnya.
Melalui forum akademik terbuka ini, ITB menegaskan komitmennya sebagai ruang dialog strategis kebangsaan sekaligus mendorong sinergi lintas sektor untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Setelah 24 Hari Pencarian, Pendaki Bukit Mongkrang Tawangmangu Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim Relawan Gabungan
Besok, Ribuan Guru Madrasah Swasta akan Gelar Aksi Damai di Jakarta, Ini 4 Tuntutan yang Disuarakan
Begini Respons Kemenag Soal Usulan TPG Guru Madrasah Dibayar Tiap Bulan
Dilaporkan ke Polisi usai Show 'Mens Rea', Pandji Pragiwaksono Beberkan Momen saat Interogasi Polda dan Bareskrim
Miris, Cerita Guru Madrasah Swasta Tak Bisa Ikut PPPK: Hari Ini Diangkat Besok Pensiun pun Nggak Apa-Apa
Deretan Madrasah Aliyah Terbaik di Jawa Tengah, Referensi untuk SPMB 2026, Simak Keunggulannya