Menurutnya, jika tak menyentuh persoalan tafsir, maka permasalahan tersebut jauh dari penistaan agama.
Contohkan Sikap Gus Dur yang Sempat jadi Bahan Lawakan Bagito
Dalam siniar tersebut, Mahfud MD memberi contoh saat Gus Dur dijadikan bahan lawakan, tapi tak dipermasalahkan meski sedang menjabat sebagai Presiden.
“Ketika Gus Dur jadi Presiden, kelompok lawak meminta maaf sendiri pada Gus Dur padahal Gus Dur nggak apa-apa. Jadi, pakai kacamata hitam, pakai peci, lalu jalan gitu, mata merem karena buta lah, kan itu ngejek Gus Dur, lalu nabrak mic,” ujar Mahfud MD.
“Orang-orang di bawah marah, tapi kata Gus Dur nggak apa-apa, itu waktu Gus Dur jadi Presiden. Itu pas Bagito dan kemudian minta maaf,” lanjutnya.
Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) itu kemudian mengatakan bahwa banyak orang Nahdlatul Ulama (NU) marah dan menganggapnya sebagai penghinaan.
“Anak-anak Banser, anak-anak NU marah, menyebut itu penghinaan pada pemimpin. Tapi, Gus Dur langsung bilang nggak ada (penghinaan), tidak merasa terhina,” tambahnya.
Pandji sendiri selain dilaporkan atas dugaan penistaan agama juga diduga telah menghina Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dengan menyebut terlihat mengantuk.
Baca Juga: Penampakan Jembatan Gantung Lo Pasir, Nadi Baru Aktivitas Warga Banyumas
“Jadi, kenapa hanya kalau dibilang, ‘Maaf ente ngantuk’ itu penghinaan apa? Kan tidak bisa dianalogikan ke sesuatu. Gus Dur yang jelas dianalogikan orang buta aja, nggak apa-apa,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Petani dan Anak-anak di Wonogiri Kini Tak Harus Berenang Seberangi Sungai Sejak Ada Jembatan Gantung
Potret Jembatan Gantung Bok Pendem, Hubungkan Kembali Dua Desa yang Terputus Selama Puluhan Tahun
Rampung dalam Dua Minggu, Kolaborasi TNI - Warga Sindupaten Selesaikan Jembatan Gantung Garuda
Yang Seger Mau Lewat! Resep Kunyit Asam Masaknya Sat-set, Tinggal Cemplang-cemplung Banyak Manfaat
Dulu Basah-Basahan ke Sekolah, Kini Anak-anak Pangandaran Aman Punya Jembatan Gantung Ciharuman
Jembatan Way Umbar Rampung, Anak Sekolah dan Ibu-ibu Tak Lagi Basah Kuyup Seberangi Sungai