Kamis, 4 Juni 2026

Prabowo Kagum Lihat Anak Cleaning Service hingga Ojol Orasi 4 Bahasa Asing di Peresmian Sekolah Rakyat

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Rabu, 14 Januari 2026 | 15:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau fasilitas sekolah rakyat di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. (setneg.go.id)
Presiden Prabowo Subianto meninjau fasilitas sekolah rakyat di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. (setneg.go.id)

PORTALOKA.ID — Presiden RI Prabowo Subianto dibuat terkesima oleh orasi bahasa asing dari siswa Sekolah Rakyat. Sejumlah siswa berorasi dalam empat bahasa di hadapan Prabowo di sela-sela peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, yang diselenggarakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.

“Luar biasa mereka itu. Yang (pidato) bahasa Inggris luar biasa. Karena saya besar di luar negeri, kalau saya bagus bahasa Inggrisnya, wajar (karena) saya pernah tinggal di daerah-daerah itu. Tapi anak ini, saya kagum juga sama dia tadi,” kata Prabowo.

“Mungkin, bagusnya kita kirim juga ke luar negeri. Kira-kira bagaimana?” ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.

Prabowo juga terkesima dengan prestasi para siswa Sekolah Rakyat. Meski baru berjalan efektif enam bulan, sekolah ini sudah mampu membina siswa bertalenta.

Baca Juga: Dilarang Rangkap Jabatan, Segini Estimasi Gaji PPPK Paruh Waktu Kabupaten Kolaka Utara yang Sudah Dilantik

“Saya kagum, masa baru enam bulan tadi saya lihat, sudah ada yang juara olimpiade. Juara Olimpiade Matematika. Luar biasa,” ujarnya.

Sekolah Rakyat didedikasikan negara sebagai upaya memutus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan berasrama gratis. Melalui sekolah itu, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem—khususnya kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)—mendapat kesempatan nyata untuk mengubah masa depan.

Para siswa yang tampil dan mendapat perhatian Presiden berasal dari latar belakang keluarga rentan secara ekonomi, dengan orang tua bekerja di sektor informal dan penghasilan terbatas. Misalnya M. Kiendra Lian Damarta, yang membawakan orasi bahasa Inggris, merupakan anak ojek online dengan penghasilan fluktuatif. Keluarga tinggal menumpang di rumah kerabat. Sekolah Rakyat membuka jalan bagi Kiendra untuk terus menempuh pendidikan menengah atas.

Adapun Muhammad Nazril Kurniawan yang merupakan anak tunggal dari ayah yang bekerja sebagai cleaning service dengan penghasilan tidak tetap, Nazila Barqiah Harum yang berasal dari keluarga pedagang kecil dengan pendapatan tidak menentu, dan siswa dari keluarga miskin lainnya.

Baca Juga: 166 Sekolah Rakyat Diresmikan, Kepala Bakom RI: Negara Hadir untuk Anak-anak Miskin Ekstrim

Orasi Siswa Sekolah Rakyat dalam Empat Bahasa

Momen yang paling menyentuh dalam acara tersebut adalah ketika siswa Sekolah Rakyat menyampaikan orasi berjudul “Terima Kasih Presiden” dalam empat bahasa: Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang.

Dalam bahasa Inggris, para siswa membuka pidato dengan menyebut langsung Presiden Prabowo Subianto dan para menteri Kabinet Merah Putih, sembari menegaskan bahwa mereka berdiri di hadapan negara bukan sebagai anak-anak paling pintar, dan bukan pula yang paling beruntung, melainkan anak-anak yang akhirnya mendapat kesempatan.

Melalui bahasa Arab, para siswa menyampaikan pesan sederhana namun kuat: bagi mereka, sekolah adalah harapan, dan sekolah adalah masa depan.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X