Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat diterima karena tidak sejalan dengan kinerja dan tanggung jawab yang diemban.
Oleh karena itu, Prabowo mempersilakan para direksi yang tidak mampu mengemban amanah tersebut untuk mundur dari jabatannya.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Abadi Indonesia untuk Palestina di Forum PUIC
Ia menegaskan bahwa memimpin BUMN berarti mengabdi kepada negara dan rakyat, bukan memperkaya diri sendiri.
“(BUMN) sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Banyak yang siap menggantikan,” tegasnya.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya berkomitmen penuh membenahi tata kelola BUMN.
Ia menekankan bahwa BUMN harus diisi oleh sosok-sosok yang memahami bahwa kekayaan negara wajib dikelola dengan prinsip tanggung jawab yang tinggi.
“Untuk mengisi kemerdekaan, kita harus mengelola sumber daya dan sumber-sumber kekayaan kita. Kita harus menjalankan misi itu dengan rasa tanggung jawab,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Harapan Baru bagi Para Penarik Lansia di Trenggalek: Kami Dibesarkan dari Becak
Prabowo Tiba di Sekolah Rakyat 9 Banjarbaru, Sambut Yel-yel dari Siswa dan Tinjau Fasilitas Sekolah
Target Bangun 500 Sekolah Rakyat Gratis untuk Siswa Miskin hingga 2029, Prabowo Klaim Bisa Tampung 500.000 Anak
Pekerja Pertamina Jadi Semangat Setelah Bertemu Prabowo: Pidato Presiden Menginspirasi Kita
Pesan Prabowo ke Dirut Pertamina: Jangan Korupsi, Pecat yang Tidak Bagus!