Kamis, 4 Juni 2026

Akui Tak Butuh Bantuan Uang usai Bencana, Seorang Ibu di Aceh Tamiang Mengaku Hanya Ingin Sarung-Mukena

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 13 Desember 2025 | 18:35 WIB
korban bencana banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang hingga kini belum memiliki tempat tinggal yang layak.  (Instagram.com/@rumpi_gosip)
korban bencana banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang hingga kini belum memiliki tempat tinggal yang layak. (Instagram.com/@rumpi_gosip)

PORTALOKA.ID - Sejumlah wilayah pedesaan di Aceh Tamiang dilanda banjir bandang hingga tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.

Berdasarkan data terkini yang diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu, 13 Desember 2025, sebanyak 58 orang meninggal dunia dalam bencana besar di Aceh Tamiang itu.

Aceh Tamiang juga menjadi wilayah yang paling banyak dalam hal jumlah pengungsi di antara daerah kabupaten atau kota terdampak bencana di Provinsi Aceh.

"(Sebanyak) 252,6 ribu pengungsi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang," demikian tertulis dalam laporan BNPB.

Baca Juga: Percepat Pembangunan Infrastruktur di Sumatera Barat, BRI Dukung Pembiayaan Sindikasi Rp2,2 Triliun untuk Proyek Flyover Sitinjau Lauik

Berkaca dari hal itu, publik di Tanah Air mencemaskan para pengungsi yang menjadi korban bencana banjir bandang di Aceh.

Terlebih, setelah lebih dari dua pekan pascabencana, masih banyak di antara pengungsi yang kesulitan untuk bertahan hidup usai kehilangan harta benda mereka.

Salah satu yang mencuri perhatian di media sosial (medsos), yakni cerita memilukan datang dari seorang korban bencana banjir bandang di pedalaman desa wilayah Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Mengaku Tak Membutuhkan Uang

Dalam unggahan Instagram @rumpi_gosip, pada Sabtu, 13 Desember 2025, seorang ibu yang menjadi korban bencana di Aceh Tamiang mengaku tak lagi membutuhkan bantuan dana tunai.

Baca Juga: Momen Prabowo Tegur Paspampres saat Warga Mau Foto di Aceh Tamiang: Jangan Didorong, Dia Mau Foto Lho

"Saya tidak butuh uang, saya hanya ingin mukena dan kain sarung," kata sang ibu.

Korban banjir bandang di Aceh Tamiang itu menyebut, suaminya kini sedang sakit dan memerlukan selimut untuk menghangatkan diri.

"Suami saya sakit perlu selimut, itu saja yang kami butuhkan," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X