Aceh: 407 jiwa
Sumatera Utara: 343 jiwa
Sumatera Barat: 240 jiwa
Korban Hilang dan Pengungsi
Meski angka kematian bertambah, BNPB mencatat penurunan jumlah korban yang dinyatakan hilang seiring dengan ditemukannya jenazah. Hingga laporan ini diturunkan, jumlah korban hilang tercatat sebanyak 222 orang, berkurang dari data hari sebelumnya.
Sementara itu, jumlah pengungsi juga menunjukkan tren penurunan, meskipun angkanya masih sangat tinggi. Total pengungsi di tiga provinsi kini tercatat sebanyak 884.889 jiwa, turun sekitar 9.600 jiwa dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 894.501 jiwa. Penurunan pengungsi terbesar terpantau di wilayah Aceh Utara seiring dengan surutnya air di beberapa titik.
Fokus Penanganan Lanjutan
BNPB menegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih menjadi prioritas utama, mengingat masih ada ratusan warga yang belum ditemukan.
Selain itu, pemerintah daerah di wilayah terdampak, seperti Sumatera Utara, telah memperpanjang status tanggap darurat untuk memaksimalkan proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik.
Kerusakan infrastruktur juga menjadi perhatian serius, dengan catatan lebih dari 157.000 rumah rusak, serta ribuan fasilitas umum seperti sekolah, jembatan, dan tempat ibadah yang terdampak parah akibat bencana hidrometeorologi basah terbesar di akhir tahun 2025 ini. ***
Sumber: Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Banjir & Longsor - BNPB Indonesia (11 Desember 2025)
Artikel Terkait
Hujan Lebat Picu Luapan Sungai dan Longsor di Delanggu Klaten, Polisi Lakukan Kerja Bakti Pasca-Bencana
Waspada! Jalan Menuju Curug Tujuh Cibolang Ciamis Longsor, Siapa yang Bertanggungjawab?
PKS Desak Pemerintah Segera Tetapkan Banjir-Longsor Sumatera Sebagai Bencana Nasional
Warga dan Petugas Gabungan Bersihkan Rumpun Bambu yang Longsor Menutup Aliran Sungai Bloro di Jetis Juwiring Klaten
Warga Rekam Longsor Kembali Terjadi di Solok, Ledakan Kecil Terdengar saat Guguran Tanah Hantam Kabel Listrik