Minggu, 19 Juli 2026

Viral! Fenomena 'Gunung Menangis' Muncul di Lombok Timur, Air Terjun Dadakan yang Diduga Akibat Maraknya Alih Fungsi Lahan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 10 Desember 2025 | 17:42 WIB
Air terjun dadakan muncul di perbukitan Sembalun, Lombok Timur, NTB (Instagram @tante.rempong)
Air terjun dadakan muncul di perbukitan Sembalun, Lombok Timur, NTB (Instagram @tante.rempong)

"Tumben sebanyak dan sederas hari ini, sampai-sampai di medsos ramai-ramai menyebutnya gunung menangis," tutur Rijal.

"Karena terlihat dari jauh tiba-tiba mengalir dengan deras dari atas bukit," tambahnya.

Baca Juga: Bertahan 9 Jam pada Tumpukan Pohon Ceri, Seorang Ibu dan Putri Kecilnya Selamat dari Amukan Banjir Bandang di Aceh Utara

Persawahan Warga Ikut Terendam

Rijal menuturkan, air terjun yang mengalir dari perbukitan tersebut juga menyebabkan debit air sungai meluap sehingga menyebabkan persawahan warga terendam.

Ia menilai, kurang lebih ada sekitar tiga hektare (Ha) sawah warga yang terdampak.

Di sisi lain, hujan deras yang melanda kawasan Sembalun pada sore tadi hanya sekitar 2 jam.

"Menurut analisis saya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan banjir ini, yaitu intensitas hujan yang sangat tinggi," terang Rijal.

"Serta alih fungsi lahan, baik untuk pembangunan vila maupun perkebunan," tandasnya.

Berkaca dari hal itu, warga di Sembalun, Lombok Timur sejatinya pernah dilanda banjir bandang akibat derasnya hujan disertai angin kencang, pada Maret 2012 silam.

Baca Juga: Remaja Perempuan Bonceng Tiga Tabrak Pejalan Kaki di Banguntapan Bantul Yogyakarta, 1 Orang Meninggal Dunia

Luapan dari Hulu Gunung Rinjani

Pada bencana banjir yang pernah melanda Lombok Timur pada 2012 itu, sedikitnya seribu jiwa harus diungsikan, karena pemukiman mereka terendam.

Kala itu, banjir terparah terjadi di wilayah Desa Belanting, Kecamatan Sambelia.

Di desa ini, sedikitnya 700 jiwa harus diungsikan, setelah pemukiman mereka diterjang air bah disertai batu yang berasal dari luapan Sungai Putik yang membelah Kecamatan Sambelia.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X