Namun keputusan tegas kepala sekolah tersebut, kata Prabowo, sempat membuat situasi menjadi canggung karena murid yang diberhentikan ternyata merupakan anak dari seorang perwira tinggi.
"Tahu-tahu kepala sekolahnya agak grogi karena yang diberhentikan itu anak jenderal," lanjut Prabowo.
Kepala Sekolah Diminta Tidak Takut pada Tekanan
Prabowo menceritakan bahwa kepala sekolah tersebut kemudian menghubunginya untuk meminta arahan.
Ia menegaskan agar pihak sekolah tidak ragu dalam menegakkan aturan, tidak peduli siapa pun orang tua murid yang bersangkutan.
Baca Juga: Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda PAI Kelas 12 Kurikulum Merdeka BAB 4 Halaman 126
"Kepala sekolahnya telepon saya. Saya bilang, 'Enggak usah ragu-ragu. Mana jenderal itu? Suruh menghadap saya'. Aku tunggu-tunggu enggak datang-datang juga itu," ujar Prabowo.
Melalui cerita tersebut, Prabowo ingin menunjukkan bahwa disiplin di sekolah harus ditegakkan secara konsisten dan tanpa pandang bulu.
Pendidikan karakter, menurutnya, tidak akan berjalan efektif bila guru atau kepala sekolah merasa takut menghadapi tekanan eksternal. ***
Artikel Terkait
Operasi Tanggap Darurat Nasional: Presiden Prabowo Perintahkan A400 Bawa Bantuan Prioritas untuk Ibu, Bayi, dan Lansia
Instruksi Tegas Prabowo Presiden: A400 dan Hercules Dikerahkan, Bantuan Skala Besar Melaju ke Lokasi Bencana Sumatera
Presiden Prabowo Beri Penghargaan pada 3 Pengajar Berdedikasi saat Acara Puncak Hari Guru Nasional 2025
Lapor ke Prabowo, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Tunjangan Guru Naik dan Bonus Sudah Ditransfer Langsung
Presiden Prabowo Pastikan Semua Pihak Gerak Cepat Tangani Bencana Sumatera: Bantuan Terus Dikirim