Minggu, 19 Juli 2026

Dirut BJB Diduga Sempat Alami Kecelakaan di Lapangan Golf Jatinangor, Tertimpa Bola yang Dipukul Rekannya

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 20 November 2025 | 19:46 WIB
Menyoroti kisah misterius terkait penyebab wafatnya Dirut BJB, Yusuf Saadudin.  (TikTok/Ade Kuswara Kunang)
Menyoroti kisah misterius terkait penyebab wafatnya Dirut BJB, Yusuf Saadudin. (TikTok/Ade Kuswara Kunang)

Diketahui, RUPSLB yang semula dijadwalkan berlangsung pada 1 Desember 2025 diubah menjadi 9 Desember 2025 dengan tambahan mata acara berupa pemberhentian Direktur Utama seiring kepergian Yusuf.

Baca Juga: Hendak Nyeberang, Nenek 72 Tahun Meninggal Dunia Ditabrak Motor di Jalan Gejayan Sleman Yogyakarta

Batalnya Hasil RUPSLB di April 2025

Dalam pengumuman resmi di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 17 November 2025, manajemen Bank BJB menjelaskan perubahan jadwal dan penambahan mata acara dilakukan untuk menyesuaikan struktur perseroan setelah Yusuf wafat.

“Kepada seluruh pemegang saham perseroan, perseroan mengubah waktu pelaksanaan rapat dan menambah mata acara rapat,” kata manajemen Bank BJB.

Perubahan tersebut sekaligus membatalkan hasil RUPSLB pada April 2025 yang sempat menetapkan pengangkatan Komisaris Utama Independen, Komisaris Independen, dan Direktur Kepatuhan.

Pada waktu itu, Bank BJB mengangkat Wowiek Prasantyo alias Mardigu sebagai Komisaris Utama Independen, Helmy Yahya sebagai Komisaris Independen, dan Joko Hartono Kalisman sebagai Direktur Kepatuhan.

Baca Juga: 178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo Seusai Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas, Balai Besar TNBTS Pastikan Kondisi Aman

Direktur Keuangan Bank BJB, Hana Dartiwan menyebut sementara ini pihaknya menunjuk Ayi Subarna sebagai Dirut untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Yusuf.

Sebagai catatan, Ayi sebelumnya menjabat Direktur Operasional dan Teknologi Informasi Bank BJB.

“Bertindak selaku Direktur Pengganti Direktur Utama untuk jangka waktu enam bulan atau sampai efektifnya Direktur Utama definitif,” ucap Hana dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, pada Senin, 17 November 2025.

Kendati demikian, jarak waktu yang berdekatan antara insiden wafatnya Yusuf dan agenda strategis RUPSLB membuat publik semakin menantikan penjelasan resmi dari pihak keluarga maupun perusahaan.

Hingga kini, sebagian publik masih menanti klarifikasi resmi yang diharapkan dapat menghentikan munculnya spekulasi yang tidak berdasar dan memberikan kepastian mengenai sebab-sebab wafatnya salah satu tokoh penting di industri perbankan tersebut.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X