Namun Dia belum bisa memastikan kapan aksi jilid 2 itu akan dilakukan.
"Semua orang sudah menanyakan, kapan aksi akan dilakukan, saya bilang tunggu aja nanti. Kita harus memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk mengambil langkah strategis," ucapnya.
Tedi menegaskan, jika sampai akhir 2025 belum ada kejelasan terkait tuntutan guru madrasah swasta, maka pihaknya membuka peluang untuk menggelar aksi damai jilid 2.
Kendati demikian, Tedi merasa yakin pemerintah akan mengabulkan apa yang menjadi tuntutan guru madrasah swasta dan sekolah sekolah.
Baca Juga: Surat Cinta Guru Madrasah Swasta untuk Presiden Prabowo: Jangan Lagi Ada Diskriminasi Terhadap Kami
Menurutnya, jika aksi damai jilid 2 sampai terjadi akan menjadi catatan buruk bagi pemerintah.
"Feeling saya, pemerintah nggak akan mau ada aksi jilid 2 karena itu akan jadi catatan, jadi warning, kalau sampai aksi berkali-kali ini menunjukkan bahwa pemerintah kuran respons," jelasnya.
"Kita tunggu saja sampai akhir 2025 apakah ada keputusan yang menggembirakan atau nggak. Kalau nggak ada, tidak ada cara lain yaitu dengan mengadakan aksi jilid 2," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Membanggakan! Siswi MTs Janggala Ciamis Raih Medali Emas Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat Jawara Tatar Galuh 3
Tanggapan Lansia Penerima Becak Listrik Dari Presiden Prabowo
Gegara MBG, Pemerintah Dongkrak Permintaan Kedelai, UMKM Tempe Tumbuh Pesat
Operasi Pencarian Korban Longsor Majenang Hari Keenam, 2 Jenazah Kembali Ditemukan, Total Korban Tewas Jadi 18
Alasan UGM Tetap Sembunyikan Isi Dokumen Tanda Terima Terkait Ijazah Jokowi, Singgung soal Alat Bukti dan Kewenangan Aparat
HUT Apersi ke-27 Gelar Doa Bersama dan Berbagi Santunan Yatim di Wisata Edukasi Saung Sule Ciamis