Kamis, 4 Juni 2026

Di KTT APEC, Prabowo Dorong Negara Asia-Pasifik Tak Terima Perpecahan sebagai Takdir

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 1 November 2025 | 17:06 WIB
Presiden Prabowo di KTT APEC Korea Selatan (Tim Media Presiden Prabowo)
Presiden Prabowo di KTT APEC Korea Selatan (Tim Media Presiden Prabowo)

PORTALOKA.ID - Presiden Prabowo Subianto mendorong negara - negara kawasan Asia-Pasifik untuk tak menerima perpecahan sebagai takdir.

Menurutnya, kekuatan yang di bangun adalah fondasi dalam meningkatkan rasa percaya diri ditengah ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya di sesi pertama APEC Economic Leaders' Meeting (AELM) yang digelar di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Jumat, 31 Oktober 2025.

“Saya percaya bahwa Asia-Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit dari kecurigaan, ketakutan, dan kita harus membangun kembali kepercayaan di antara kita sendiri dan di antara ekonomi global,” ujarnya.

Baca Juga: BRImo Persembahkan Kolaborasi Gaya Hidup dan Inovasi Digital, Urban Sneaker Society 2025

Kemudian, Prabowo mengatakan bahwa tujuan utama APEC didirikan yaitu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di kawasan Asia-Pasifik melalui kerja sama ekonomi yang erat.

Prabowo lalu menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan. 

“APEC didirikan atas dasar keyakinan bersama akan pertumbuhan dan kerja sama ekonomi yang inklusif. Peran dan misi inti APEC adalah untuk memfasilitasi investasi perdagangan bebas dalam kerja sama multilateral di antara rasa kebersamaan di seluruh kawasan kita. Keyakinan ini harus dipertahankan. Kita tidak boleh membiarkan fragmentasi menggerogoti stabilitas yang telah lama menopang pertumbuhan kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan Indonesia berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan integrasi ekonomi kawasan melalui perdagangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Alasan Prabowo Ingin Kirim Mahasiswa Indonesia Belajar Kedokteran dan Dokter Gigi di Selandia Baru

“Sudah saatnya memperbarui komitmen kita terhadap kerja sama ekonomi multilateral yang terbuka, adil, dan inklusif,” ujarnya.

“Indonesia berkomitmen pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan WTO sebagai intinya dan memastikan bahwa setiap orang bersaing secara setara,” tambahnya.

Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan menguntungkan rakyat.

Dukungan ini, lanjut Prabowo, akan menjadi salah satu upaya memfasilitasi perdagangan dan investasi serta mendukung kolaborasi pemerintah dan swasta yang berorientasi pada pemerataan ekonomi.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X