Minggu, 19 Juli 2026

Bocah 11 Tahun Ditemukan Tewas di Toilet Masjid di Sadasari Argapura Majalengka, Ada Luka di Kepala Korban

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Senin, 20 Oktober 2025 | 16:37 WIB
Seorang anak laki-laki ditemukan tidak bernyawa, Sabtu, 18 Oktober 2025 di toilet masjid wilayah Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (Tribrata News Polda Jabar)
Seorang anak laki-laki ditemukan tidak bernyawa, Sabtu, 18 Oktober 2025 di toilet masjid wilayah Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (Tribrata News Polda Jabar)

PORTALOKA.ID - Seorang anak laki-laki ditemukan tidak bernyawa, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Peristiwa itu terjadi di toilet masjid wilayah Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Korban diketahui adalah MR, berusia 11 tahun.

Peristiwa tragis ini mengejutkan masyarakat sekitar dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai penyebab kematian korban.

Baca Juga: Viral Pajero Berpelat Dinas Polri Bunyikan Sirine Tot Tot Wuk Wuk di Bandung, Ternyata Bukan Polisi, Kini Diamankan

Berdasarkan laporan warga, jasad MR ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar mandi masjid yang berada di lingkungan kantor desa.

Kepala Desa Sadasari, Abdul Miskad mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh seorang pedagang bakso yang hendak menggunakan toilet masjid.

Kecurigaan muncul setelah proses pemandian jenazah dilakukan.

Dari bagian belakang kepala korban, ditemukan keluarnya darah segar, yang kemudian menimbulkan dugaan adanya penyebab lain di balik kematian bocah tersebut.

Baca Juga: Pria 66 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di Rumahnya di Pancoran Jakarta Selatan, Begini Kronologinya

Kapolres Majalengka, AKBP Willy Andrian didampingi Kasat Reskrim AKP Udiyanto bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Polisi telah mengamankan pakaian korban dan barang bukti di lokasi kejadian dan menelusuri rekaman CCTV di area masjid dan jalan sekitar.

Selain itu juga dilakukan visum luar dengan rencana otopsi lanjutan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Dalam keterangannya, AKBP Willy Andrian mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah peristiwa tersebut murni kecelakaan atau terdapat unsur kekerasan.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X