Kendati demikian, Hery mengakui, tantangan dalam pembiayaan perumahan masih cukup besar, terutama karena backlog perumahan di segmen masyarakat menengah ke bawah yang mencapai sekitar 10 juta unit.
Adapun, salah satu hambatan yang masih sering dijumpai adalah minimnya pemahaman calon nasabah mengenai prosedur pengajuan dan akses pembiayaan.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Senilai Rp42,23 Triliun Hingga Akhir Maret 2025 untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan
“Kuncinya adalah sosialisasi dan kemudahan calon nasabah untuk melakukan pengajuan serta mendapatkan pembiayaan,” ujar Hery.
Hery menyebut dengan dukungan lebih dari 7.000 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, BRI pun memiliki kemampuan untuk mengakselerasi perluasan akses layanan pembiayaan hingga ke pelosok.
Jaringan yang luas ini memudahkan masyarakat dan calon nasabah untuk memperoleh informasi, mengajukan pembiayaan, serta menikmati layanan perbankan secara optimal.
“Keunggulan tersebut menjadikan BRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat realisasi program perumahan rakyat dan pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi Masyarakat”, pungkas Hery Gunardi. ***
Artikel Terkait
Putar Roda Ekonomi Masyarakat, Kredit Konsumer BRI Tumbuh Double Digit
UMKM di Solo Sukses Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Tinggi Berkat Pemberdayaan BRI
BRI Hadirkan Musik Kelas Dunia Konser Babyface, Raisa hingga Marcell Siap Meriahkan Panggung, Ada Penawaran Eksklusif BRImo Diskon 25 Persen
BRI Dukung Asta Cita melalui Program 3 Juta Rumah, Perluas Akses Kredit Program Perumahan
Peringati Hari Pangan Sedunia, BRI Peduli Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan Melalui Panen Raya BRInita