"Dan ada yang masuk ke sungai yang dangkal untuk mengamati kepiting," katanya.
Baca Juga: Prabowo Yakin Ekonomi Rakyat Jadi Mesin Pertumbuhan, Ada 1,5 Juta Lapangan Kerja Baru dari MBG
Lalu pada pukul 15.00 WIB, pembina pramuka mengajak para murid untuk kembali ke sekolah.
Di tengah perjalanan ada yang sudah dijemput orangtuanya.
Satu jam kemudian, semua siswa sudah pulang.
Selanjutnya ada saksi yang menemukan tas dan sepatu korban yang masih ketinggalan di sekolah.
Baca Juga: PSSI dan Patrick Kluivert Sepakat Akhiri Kerja Sama Kepelatihan Timnas Indonesia
"Rombongan sampai sekolah sekitar pukul 16.00 WIB dan akhirnya murid-murid pulang semua. Tapi salah satu saksi menemukan tas dan sepatu korban tertinggal di sekolah," ujarnya.
Merasa GS sudah pulang, saksi meminta teman korban mengantarkan barang GS ke rumah.
Namun hingga Maghrib, korban ternyata tak kunjung pulang.
Kata Edy, orangtua, teman-teman dan tetangga korban mencari keberadaan GS ke sungai Kamal.
"Lalu orang tua korban bersama warga sekitar melakukan pencarian dan teman-teman korban bilang kalau terakhir kali korban berada di sekitar sungai Kamal," ucapnya.
Akhirnya korban ditemukan meninggal dunia di dasar sungai sedalam 2 meter.
"Korban ditemukan di dasar sungai dalam kondisi meninggal dunia," tandasnya.***
Artikel Terkait
Anak Sapi Nyemplung Sumur di Kulon Progo Yogyakarta, Evakuasi Oleh Damkar Kurang Dari Satu Jam
Hendak Ke Toko Sayur, Pengendara Vario Ditabrak Jupiter di Jalan Sradakan Bantul Yogyakarta, 3 Orang Terluka
Pecah Ban, Truk Terguling di Jalan Imogiri Barat Bantul Yogyakarta
Kebakaran di CV Tiga Ganesha Abadi Sewon Bantul Yogyakarta, Kerugian Capai Ratusan Juta
Fakta-fakta Kebakaran di CV Tiga Ganesha Abadi Sewon Bantul Yogyakarta, Perusahaan Terbakar Keempat Kalinya
Driver Ojol Dicelurit Pacar Customer di Palbapang Bantul Yogyakarta, Begini Kondisinya