Minggu, 19 Juli 2026

4 Fakta Terkini Insiden Keracunan Massal di KBB, Terungkap Bakteri Pembusuk hingga Usulan Dapur Khusus Sekolah

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 29 September 2025 | 18:18 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usul bikin dapur khusus sekolah untuk mengolah MBG (Jabarprov.go.id)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usul bikin dapur khusus sekolah untuk mengolah MBG (Jabarprov.go.id)

PORTALOKA.ID - Kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat perhatian publik.

Bagaimana tidak, lebih dari seribu siswa mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.

Hal itu menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas standar pelaksanaan program MBG.

Belakangan terungkap fakta di balik keracunan MBG, di mana terdapat masalah serius dalam rantai penyediaan dan pengolahan makanan.

Baca Juga: Kebijakan Baru BGN: MBG Bakal Gunakan Produk UMKM Lokal hingga Respons Soal Menu Spagetti dan Burger

Dari temuan bakteri pembusuk hingga dugaan kelalaian dalam penyimpanan bahan makanan, publik kini menuntut jawaban yang lebih konkret.

Pemerintah daerah, kepolisian, dan lembaga terkait pun bereaksi dengan langkah-langkah evaluasi serta rekomendasi perbaikan teknis.

Perihal itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menyoroti insiden tersebut tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial-ekonomi bagi masyarakat.

“Evaluasi, pertama, (MBG) dihentikan. Kedua, adalah langkah-langkah teknis dan administratif yang segera ditempuh,” ujar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kepada awak media di Bandung, pada Senin, 29 September 2025.

Baca Juga: Kronologi Kasus 352 Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat hingga Berujung KLB, Dedi Mulyadi Janji Evaluasi

Lantas, bagaimana sejauh ini fakta-fakta terkini yang dapat dicermati dalam insiden keracunan yang melanda para siswa di KBB pada pekan lalu? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Usulan Dapur Khusus di Sekolah

Merespons kasus keracunan di wilayah KBB, Dedi Mulyadi mengusulkan pembangunan dapur khusus di sekolah berkapasitas besar.

Gubernur Jabar itu menilai, langkah itu bisa melibatkan partisipasi orang tua dan masyarakat sebagai relawan.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X