Minggu, 19 Juli 2026

Awalnya Diangkap Tak Layak Terima Bantuan, 4.900 Warga Garut Peserta BPJS PBI Diprioritaskan untuk Reaktivasi

Photo Author
Cecep Arisandi, Portaloka
- Kamis, 11 September 2025 | 18:50 WIB
Bupati Garut ajak camat dan Kades mempercepat reaktivasi BPJS PBI ribuan warga Garut (Ist)
Bupati Garut ajak camat dan Kades mempercepat reaktivasi BPJS PBI ribuan warga Garut (Ist)

GARUT, PORTALOKA.ID - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin rapat koordinasi (rakor) secara daring untuk membahas percepatan reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Rakor ini melibatkan camat, kepala desa, kepala puskesmas, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

‎Rakor digelar di Command Centre Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kamis, 11 September 2025.

Menurut Bupati Abdusy Syakur, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang memberikan kesempatan bagi daerah untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS PBI warga yang sebelumnya dinonaktifkan.

Baca Juga: Dapat Lebih dari 1 Ribu Ulasan, Ini Dia Rekomendasi Bakso Enak dan Populer di Garut, Harganya Murah Rasanya Ngeunah

‎Ia menuturkan, sebelumnya pemerintah pusat melakukan ground checking terhadap data PBI dengan menggunakan 39 indikator.

Dari hasil verifikasi itu, sekitar 201.000 warga Garut dinyatakan tidak lagi layak menerima bantuan.

Namun, proses tersebut dinilai kurang tepat, sebab banyak warga yang seharusnya masih berhak justru tercoret dari daftar penerima.

‎"Ketika mereka masuk ke puskesmas, tidak mendapatkan layanan seperti ketika mereka menjadi peserta BPJS," kata Bupati.

Baca Juga: BRI Perkuat Peran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Rakyat melalui Akselerasi Akses Pembiayaan

‎Setelah pemerintah daerah menyampaikan keberatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) memberi peluang untuk melakukan reaktivasi.

Saat ini, terdapat 4.900 peserta BPJS PBI yang diprioritaskan untuk segera diaktifkan kembali.

‎"Diberi kesempatan untuk orang yang membutuhkan dalam konteks pelayanan sangat urgent, contohnya sedang mengalami perawatan dan sedang mengalami penyakit kronis," ujarnya.

‎Bupati menegaskan, seluruh peserta prioritas harus segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X