Minggu, 19 Juli 2026

Geger! Macan Tutul Muncul di Balai Desa, Begini Penjelasan Bupati Kuningan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:35 WIB
Bupati Kuningan memastikan macan tutul yang muncul di balai desa sudah dievakuasi. (Ist)
Bupati Kuningan memastikan macan tutul yang muncul di balai desa sudah dievakuasi. (Ist)

KUNINGAN, PORTALOKA.ID - Warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat digegerkan dengan kemunculan seekor macan tutul yang masuk ke bekas gedung Balai Desa setempat.

Hewan liar berstatus dilindungi itu ditemukan berada di salah satu ruangan lama dan membuat panik warga sekitar.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, yang melakukan kunjungan ke lokasi mengungkapkan bahwa macan tutul berjenis kelamin jantan tersebut diperkirakan berusia sekitar 3 tahun.

“Alhamdulillah macan tutulnya sudah berhasil diamankan. Rencananya akan dibawa ke lembaga konservasi mitra BKSDA di Bandung untuk dipulihkan kesehatannya. Setelah itu, sekitar satu bulan lagi akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” ujar Bupati, saat berada di lokasi, Selasa, 26 Agustus 2025.

Baca Juga: Tradisi Babarit, Doa Bersama di Milangkala Kuningan Jawa Barat, Begini Kesakralannya

Bupati juga menuturkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir masyarakat Kuningan sempat diresahkan oleh kasus kematian ternak domba di Kecamatan Hantara yang diduga akibat serangan macan tutul.

Bahkan, laporan terbaru menyebutkan puluhan ternak juga mati diserang kawanan anjing liar di Kecamatan Japara.

“Dari laporan sementara, total ada sekitar 106 ekor kambing dan domba yang menjadi korban. Saya sudah memerintahkan BPBD dan berkoordinasi dengan BPKAD untuk memberikan bantuan bagi peternak terdampak,” tegasnya.

Ia menghimbau masyarakat agar menjaga kelestarian hutan dan tidak merusak habitat satwa liar. Menurutnya, rantai makanan yang terganggu di hutan membuat hewan predator turun ke pemukiman untuk mencari makan.

Baca Juga: BRI Raih Penghargaan di Kehati ESG Award 2025, Bukti Nyata Komitmen Keuangan Berkelanjutan

“Ini jadi pembelajaran bagi kita semua. Jangan sampai hutan dan rantai makanan di dalamnya terganggu. Kita akan segera melakukan focus group discussion dengan pemerhati lingkungan untuk mengambil langkah lebih lanjut,” pungkasnya.

Awal kejadian kemunculan macan tutul itu dibenarkan oleh Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma.

Menurutnya, hewan tersebut pertama kali terlihat oleh seorang pekerja bangunan yang hendak mengambil perkakas. Sontak pekerja kaget dan lari, sementara macan masuk lebih dalam ke ruangan.

“Macan tutul itu berwarna kuning dengan corak hitam. Awalnya ditemukan Senin malam, lalu pagi harinya terlihat lagi oleh pekerja bangunan. Karena ruangan lama bekas Balai Desa, macan akhirnya terjebak di sana,” ujar Arga.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X