Kamis, 4 Juni 2026

Penemuan Mayat di Reservoir Siranda Resahkan Warga Kota Semarang, Begini Kata PDAM Tirta Moedal

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 18:33 WIB
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Yudi Indardo bersama Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto (Polres Purbalingga)
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Yudi Indardo bersama Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto (Polres Purbalingga)

SEMARANG, PORTALOKA.ID - Penemuan mayat di Reservoir Siranda membuat resah warga Kota Semarang.

Mereka khawatir jika air dari Reservoir Siranda sempat digunakan PDAM untuk memenuhi kebutuhan warga selama dua minggu sebelum penemuan korban.

Diketahui, mayat seorang pria ditemukan di dalam tandon Reservoir Siranda.

Korban yang belakangan diketahui bernama Dion Kusuma Pratama (21) ditemukan tewas di Reservoir Siranda.

Baca Juga: Dorong Semangat Nasionalisme, 15 Tahun Berturut Turut BRI Berikan Apresiasi Anggota Paskibraka dan Tenaga Pendukung Paskibraka Nasional

Dari kondisi saat ditemukan, diduga korban telah tewas lebih dari dua minggu di dalam reservoir.

Manjawab keresahan warga, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indardo, memastikan bahwa pengguna air PDAM tidak terdampak atas penemuan mayat tersebut.

Menurutnya, air dari tandon Reservoir Siranda tidak dialirkan ke pelanggan selama dua bulan terakhir.

“Reservoir Siranda sejak bulan Maret 2025 hanya digunakan sebagai cadangan. Terakhir digunakan pada tanggal 5 Juli 2025 untuk back up kepada sekitar 3000 pelanggan atau 1,5 persen dari total pelanggan PDAM Kota Semarang karena ada perbaikan sistem di Semarang Barat. Itupun hanya digunakan selama 7-8 jam saja, dan sejak saat itu tidak digunakan lagi hingga terjadi kasus penemuan mayat tersebut,” jelas Yudi Indardo, Kamis, 22 Agustus 2025.

Baca Juga: Misteri Mayat di Reservoir Siranda PDAM Kota Semarang Temui Titik Terang, Rekeman CCTV jadi Petunjuk

Karena hanya difungsikan sebagai cadangan, dirinya juga menyebut tidak ada penjaga yang standby di Reservoir Siranda selama 1×24 jam.

Meski demikian, setiap hari petugas penjaga saluran hanya mengecek rutin secara fisik dari luar.

Untuk pengecekan mendalam bersama teknisi hanya dilakukan pada saat Reservoir Siranda akan digunakan sebagai back up ke pelanggan.

“Pengecekan terakhir dilakukan pada tanggal 5 Juli 2025 pada saat akan digunakan sebagai cadangan ketika ada perbaikan. Jadi selama tanggal 29 atau 30 Juli sejak korban dilaporkan hilang hingga ditemukan tewas pada tanggal 16 Agustus 2025, Reservoir Siranda tidak digunakan,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X