Minggu, 19 Juli 2026

Puluhan Warga Gelar Upacara 17 Agustus di TPA Troketon Pedan Klaten

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Senin, 18 Agustus 2025 | 09:28 WIB
Sebanyak 30 orang melaksanakan Upacara HUT RI ke-80 di Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Sampah, Desa Troketon Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu pagi, 17 Agustus 2025. (Portaloka.id/WKP)
Sebanyak 30 orang melaksanakan Upacara HUT RI ke-80 di Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Sampah, Desa Troketon Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu pagi, 17 Agustus 2025. (Portaloka.id/WKP)

 

PORTALOKA.ID - Sebanyak 30 orang melaksanakan Upacara HUT RI ke-80 di Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Sampah, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu pagi, 17 Agustus 2025.

Upacara dilaksanakan dengan latar belakang tumpukan sampah.

Saat bendera dikibarkan, para peserta langsung memberikan penghormatan pada bendera merah putih.

Meski berada di tempat pembuangan sampah dan bau menyengat, upacara berjalan secara khidmat dan lancar.

Baca Juga: Kronologi Pikap Pengangkut Rombongan Pesepeda dari Sleman Yogyakarta Jatuh ke Jurang Sedalam 10 Meter di Kemalang Klaten

Upacara di TPA Sampah Troketon untuk merefleksikan harapan warga agar pengelolaan sampah lebih baik.

Warga menilai selama ini TPA Sampah Troketon sudah berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Di antaranta mencemari sumur milik warga, menimbulkan bau menyengat dan lalat.

"Mengikuti upacara bendera memperingati 17 Agustus 1945, hari jadi ke-80 Indonesia bertempat di samping tumpukan sampah TPA Troketon."

"Saya sebagai warga sangat prihatin dengan kondisi sampah saat ini, karena sampah ini tidak terolah hanya ditumpuk."

"Menjadi kendala atau dampak paling terasa itu setiap hari bau yang sudah sepuluh tahun itu menyengat, lalat dan pencemaran air," ucap salah satu warga, Agus Widodo.

Baca Juga: Puluhan Anak TK Antusias Ikut Mewarnai Kain Putih Sepanjang 80 Meter di Polres Klaten, Menggelorakan Semangat Kemerdekaan Indonesia

TPA Sampah Troketon dipilih jadi lokasi upacara karena warga merada prihatin dengan tata kelola sampah di lokasi tersebut.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X