Ketegangan sempat memuncak ketika sebagian massa melempar botol plastik ke arah petugas. Brimob langsung membentuk formasi penghalang untuk menjaga jarak aman.
“Kami mohon semua pihak menahan emosi. Aksi ini akan lebih kuat pesannya bila tetap berjalan damai,” jelas Kapolresta.
Selain itu, Kombes Pol Jaka Wahyudi menekankan bahwa pengamanan yang dilakukan sepenuhnya berorientasi pada keselamatan warga.
“Kami tidak ingin ada korban, baik dari peserta aksi, masyarakat, maupun petugas,” ujarnya di tengah koordinasi lapangan.
Baca Juga: Diduga Selip Ban, Truk Tangki Air Terguling di Jembatan Bantar Kulon Progo Yogyakarta
Ia menutup dengan pesan bahwa perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, namun tidak boleh mengorbankan keamanan publik.
“Mari kita tunjukkan bahwa Pati adalah daerah yang mampu menyampaikan aspirasi secara beradab dan bermartabat,” pungkasnya.
Demonstrasi yang digelar warga Kabupaten Pati dipicu oleh kebijakan Bupati Pati Sudewo yang menaikkan pajak bumi dan bangunan (PBB) hingga 200 persen.
Kebijakan tersebut mendapat penolakan keras dari warga. Hingga akhirnya Bupati Sudewo membatalkan kebijakannya.
Meski kebijakan tersebut sudah dicabut, warga tetap menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar Sudewo lengser dari jabatannya.***
Artikel Terkait
Keseruan Lomba Pacu Jalur Gedebok Pisang HUT Indonesia ke-80 di Umbul Ponggok Klaten, Butuh Kekompakan untuk Jadi Juara
Tim Identifikasi Polres Kupang Lakukan Olah TKP Kebakaran Rumah di Amfoang Selatan NTT yang Tewasakan 2 Orang
Kapolda NTT Sampaikan Duka Cita atas Kebakaran yang Merenggut Nyawa 2 Balita di Amfoang Selatan Kupang NTT, Begini Hasil Olah TKP
3 Fakta Truk Tangki Air Terguling di Jembatan Bantar Kulon Progo Yogyakarta, Sopir Selamat Tanpa Luka
Ide Cemilan, Bola Ayam Keju, Krispi Di Luar dan Lumer di Dalam, Ini Dia Resep Rahasinya
Resep Ayam Madu Lezat Juicy Manis dan Legit, Dihidangkan dengan Nasi Putih Makin Nikmat
ABG Jadi Korban Rudapaksa Hingga Hamil Tetangga di Panggang Gunungkidul Yogyakarta, Diancam Sebarkan Video