"Kirab mengelilingi desa dan mengambil 7 mata air yang ada di Desa Ponggok."
"Seperti umbul Besuki, Sigedang, Kapilaler, Prabowo, Kajen, Ponggok, dan Kamulyan."
"Air ini kemudian kami satukan, kami mengadakan kenduri air."
"Setelah kita berdoa, sholawat akan kita gunakan untuk penyiraman, penyucian seluruh penggawa desa," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu peserta kirab, Aisah mengaku baru pertama kali mengikuti tradisi Merti Tirta Desa Ponggok.
Setelah mengikuti tradisi Merti Tirta, ia merasa semakin cinta dan harus merawat hingga melestarikan sumber daya alam yang ada.
"Ini pertama kali buat saya, saya KKN di sini, pengalaman pertama, bisa mengenal budaya, dapat pengalaman baru dan wawasan baru."
"Pentingnya merawat, menambah rasa syukur kita kepada alam, jadi kita semakin mencintai serta menjaga sumber alam."
"Seberapa penting air ya penting banget, karena segala kegiatan kita sehari-hari selalu berdampingan dengan air sehingga harus dilestarikan," ujar Aisah kepada Portaloka.id di Umbul Ponggok, Minggu malam, 27 Juli 2025. ***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto Naik Maung Garuda Tiba di Lokasi Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Bentangan Wonosari Klaten
Prabowo Resmi Luncurkan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih di Bentangan Wonosari Klaten, Presiden Didampingi Zulkifli Hasan hingga Puan Maharani
Kecelakaan Tabrak Lari di Jalan Raya Jogja-Solo Trunuh Klaten, Pembonceng Sepeda Motor Matik Tewas, Begini Kondisinya
Truk Muatan Galon Seruduk Bokong Truk Misterius di Jalan Jogja-Solo Trunuh Klaten, Sopir Terjepit Begini Kondisinya
OTW ke Sleman, Truk Boks Muatan Plastik Terguling di Jalan Jogja-Solo Delanggu Klaten Gegara Becah Ban Velg Pecah