Kamis, 4 Juni 2026

Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 19 Ribu Meter

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 7 Juli 2025 | 14:43 WIB
Tangkapan layar kolom abu letusan Gunung Lewotobi Laki-laki. (esdm.go.id)
Tangkapan layar kolom abu letusan Gunung Lewotobi Laki-laki. (esdm.go.id)

PORTALOKA.ID - Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin, 7 Juli 2025 pukul 11.05 WITA.

Letusan ini menghebohkan warga setelah kolom abu terpantau membumbung tinggi hingga kurang lebih 18.000 meter di atas puncak atau sekitar 19.584 meter dari permukaan laut.

Kolom abu tebal berwarna kelabu hingga hitam tersebut terpantau mengarah ke utara, timur laut, dan barat laut.

Dengan skala letusan yang besar, pihak berwenang menetapkan area bahaya dan mengimbau masyarakat untuk menghindari seluruh aktivitas dalam radius 6 kilometer serta sektoral Barat Daya–Timur Laut sejauh 7 kilometer dari pusat erupsi.

Baca Juga: Trust ke Fundamental, Analis Kompak Rekomendasikan Saham BBRI

"Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dan sektoral Barat Daya–Timur Laut 7 Km dari pusat erupsi," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Fajaruddin M. Balido.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah setempat.

Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan mengandalkan informasi resmi dari pihak berwenang.

Potensi bahaya tidak hanya berasal dari letusan utama. PVMBG juga mewanti-wanti akan adanya risiko banjir lahar hujan jika terjadi hujan lebat di area gunung.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Penemuan Pemuda Tewas di Kebun Warga di Waiblama Sikka NTT, Bermula dari Keluarga Cari Korban Dibantu Warga

Aliran banjir lahar dikhawatirkan akan melanda wilayah-wilayah yang berada di sekitar sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

"Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," lanjut Fajaruddin.

Lebih lanjut, warga juga diminta untuk menggunakan masker demi menghindari dampak buruk abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Pemerintah Daerah terus melakukan koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X