Varen Syifa Maudina membantu ibunya menyiapkan menu yang akan jual di kantin SD.
Bahkan, Varen Syifa Maudina sampai di gerbang sekolah pukul 5 pagi karena harus siapkan lapak.
Varen Syifa Maudina juga bawa dagangan ibunya untuk dititipkan di kantin sekolahnya.
"Sejak SD sampai SMA sekolah Varen memang jauh dari rumah."
"Itu saya lakukan supaya dia enggak dapat tekanan sosial."
"Kalau bersekolah di sekitar lingkungan rumah, ditanya tentang ayahnya,” ucap Siti Darojah.
Perjuangan Pendidikan hingga Masuk UGM
Varen Syifa Maudina sudah merancang masa depannya sejak SMP.
Ia menempatkan kampus UGM sebagai target tempat kuliah.
Kecintaannya pada kimia menuntunnya pada Prodi Teknologi Pangan.
Keterbatasan ekonomi, membuat Varen Syifa Maudina tidak bisa ikut bimbel.
Varen Syifa Maudina menempuh jalur lain memanfaatkan les murah, belajar mandiri via daring, dan bergantung pada doa serta tekad.
Artikel Terkait
Komunitas Info Cegatan Klaten ICK Bedah Rumah Milik Wagiyem Penjual Bubur Lemu Warga Ceper, Open Donasi Masih Dibuka
Kisah Wagiyem Penjual Bubur Warga Ceper Rumahnya Dibedah Komunitas Info Cegatan Klaten ICK, Kini Tak Perlu Ngungsi ke Tentangga saat Hujan
Kisah Sukses UMKM 'Bali Nature', Go InternasionalĀ setelah Dapat Sentuhan Pemberdayaan BRI
Raffi Ahmad Kenang Kisah Persahabatan dengan Luna Maya Istri Maxime Bouttier: Namanya Juga Masa Muda
Kisah Wanita Tangguh Dirikan Kelompok Wanita Tani di Kaki Gunung Ciremai Berbekal Pinjaman Modal dan Pendampingan BRI
Awal Kisah Janji Manis Polisi Gadungan Tipu Cewek Plumbon Cirebon, Nabung Bersama untuk Modal Nikah Endingnya Dighosting