Tak berselang lama, Inafis Polresta Jogja dan dokter Puskesmas Mergangsan tiba dilokasi kejadian untuk lakukan pemeriksaan.
Adapun dari hasil pemeriksaan ini terungkap bahwa korban dinyatakan henti jantung.
Tim medis menduga korban sebenarnya memiliki riwayat penyakit jantung namun tak dirasa.
"Hasil pemeriksaan awal dari dokter Puskesmas menyatakan henti jantung. Dimungkinkan korban memiliki riwayat penyakit jantung namun tidak dirasa," ungkapnya.
Baca Juga: Cara Pendaftaran SPMB Jabar 2025 Tahap 1 Jenjang SMA dan SMK, Calon Murid Baru Wajib Tahu!
Sehingga saat merasakan sakit tiba-tiba, korban belum memiliki obat dan berakhir kematian.
"Saat korban merasakan sakit tidak ada obat yang tersedia sehingga berakibat fatal," sambung Gandung.
Jasad korban langsung dibawa ke RSUD Wirosaban, Kota Jogja untuk proses lebih lanjut.
Dari kejadian ini, kata Gandung, keluarga korban sudah menerima kematian DW sebagai musibah.
"Untuk pihak keluarga sudah menerima dan korban segera dibawa ke rumah sakit Wirosaban Yogyakarta," pungkas Gandung.***
Artikel Terkait
4 Fakta Pencurian di SMPN Bantul Yogyakarta, Sekolah Rugi Jutaan Rupiah hingga Dua Barang Raib
Babak Belur! Dua Warga Dlingo Bantul Yogyakarta Disepak Sapi Kurban Idul Adha, Begini Kondisinya
3 Fakta Dua Warga Bantul Yogyakarta Terluka Ditendang Sapi, Korban Luka di Kepala hingga Masih Ada yang Opname
Kecelakaan KLX Seruduk Pembatas Jalan di Wates Kulon Progo Yogyakarta, 1 Orang Meninggal Dunia
Senggolan RX King Vs Vario di Underpass Kentungan Sleman Yogyakarta, 1 Orang Terluka
4 Fakta Kecelakaan RX King vs Vario di Underpass Kentungan Sleman Yogyakarta, Bukan Adu Banteng hingga Hanya Satu Orang Terluka
Jadwal SPMB Yogyakarta 2025 jenjang SMA/SMK, Sudahkan Kamu Verifikasi Dokumen?