Minggu, 19 Juli 2026

STIKes Muhammadiyah Ciamis Berkurban Tiga Ekor Sapi, Ini Amal Sosial dan Dakwah

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Senin, 9 Juni 2025 | 19:43 WIB
STIKes Muhammadiyah Ciamis melaksanakan pemotongan hewan kurban (Portaloka.id/Bang Sufi)
STIKes Muhammadiyah Ciamis melaksanakan pemotongan hewan kurban (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Ciamis melaksanakan penyembelihan hewan kurban di akhir hari Tasyrik.

Makna penyembelihan hewan kurban sebagai implementasi nilai-nilai keislaman dan pengabdian kepada masyarakat.

Penyembelihan hewan kurban bertempat di halaman parkir belakang Kampus STIKes Muhammadiyah Ciamis, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin, 8 Juni 2025.

Pada Idul Adha 1446 H kali ini, STIKes Muhammadiyah Ciamis berkurban tiga ekor sapi. Satu ekor dari program institusi dan dua ekor hasil partisipasi dosen serta karyawan.

Baca Juga: Lewat Program Desa BRILiaN, BRI Dorong Terwujudnya Desa Wisata sebagai Destinasi Unggulan Daerah

Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan kampus yang tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga dakwah dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, tahun ini terkumpul tiga ekor sapi. Satu ekor merupakan program kesejahteraan dari institusi untuk karyawan, sementara dua ekor lainnya adalah bentuk partisipasi dari para dosen,” ujar Nur Hidayat.

Menurut Nur Hidayat pemotongan dilakukan pada hari ketiga Tasyrik, setelah mayoritas dosen dan staf menyelesaikan kegiatan kurban di lingkungan rumah masing-masing.

Lokasi pelaksanaan dipusatkan di kampus, sehingga dapat mengakomodasi seluruh civitas akademika sekaligus menjangkau masyarakat sekitar.

Baca Juga: 6 Perguruan Tinggi di Ciamis Lengkap dengan Fakultasnya, Rekomendasi untuk Kuliah, Salah Satunya Universitas Terbaik versi EduRank

“Kami memilih hari ini agar pelaksanaannya lebih maksimal, karena di hari H dan H+1 biasanya dilakukan di rumah masing-masing. Di kampus, kami pastikan kurban bisa menyasar lebih luas,” jelasnya.

Dikatakan Nur Hidayat, daging kurban didistribusikan tidak hanya untuk dosen dan karyawan, tetapi juga bagi warga di wilayah sekitar kampus.

“Distribusi daging kurban ini mencakup Desa Karanggedang, Linggasari, Rancapetir, dan lingkungan dalam radius sekitar satu kilometer dari kampus,” ujarnya.

Menurut Nur Hidayat, kurban merupakan perwujudan dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya Dharma Ketiga (Pengabdian kepada Masyarakat) dan Dharma Keempat (Penanaman Nilai-nilai Al-Islam dan Muhammadiyah).

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X