Minggu, 19 Juli 2026

Heboh Dikira Minuman Beralkohol dalam Jamuan Gala Dinner Prabowo-Macron, Begini Bantahan Seskab Teddy

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 30 Mei 2025 | 19:53 WIB
Istana buka suara soal minuman yang disajikan dalam jamuan makan malam Prabowo-Macron (Tim Media Presiden Prabowo)
Istana buka suara soal minuman yang disajikan dalam jamuan makan malam Prabowo-Macron (Tim Media Presiden Prabowo)

PORTALOKA.ID - Gala dinner Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu malam, 28 Mei 2025, di Istana Negara, Jakarta menjadi sorotan.

Pasalnya, dalam video yang beredar terlihat kedua kepala negara itu bersulang dengan minuman berwarna kuning dan sedikit berbusa.

Banyak yang menduga kalau minuman tersebut adalah minuman beralkohol.

Terkait hal itu, pihak istana membantahnya dan mengatakan tidak ada minuman beralkohol yang disajikan dalam jamuan santap malam kenegaraan.

Baca Juga: Bonjour dari Magelang! Prabowo Ajak Macron Tinjau Kelas Bahasa Prancis di Akmil

Klarifikasi ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi spekulasi publik yang muncul usai beredarnya video bersulang kedua kepala negara dengan gelas berisi cairan berwarna keemasan.

"‘Oh itu Sparkling Apple Cider, 100% jus. Bukan wine ya, dan tidak mengandung alkohol. Itu memang yang dipilih buat toast, karena non alkohol'," ujar Teddy dalam keterangan resminya, Jumat, 30 Mei 2025.

Ia menambahkan bahwa pemilihan minuman non-alkohol untuk bersulang tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan norma yang berlaku di Indonesia.

Sparkling apple cider atau jus apel berkarbonasi tanpa alkohol dipilih sebagai alternatif simbolik dalam momen bersulang, tanpa melanggar prinsip-prinsip protokoler kenegaraan.

Baca Juga: Guna Tingkatkan Daya Saing, BRI Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi UMKM Melalui Program BRI Peduli

Protokol Jamuan Berbasis Budaya

Dalam keterangan resmi yang diterima, pihak Istana menyebut jamuan ini sudah menjadi protokol ketika menerima tamu kenegaraan.

Namun, pemilihan menu juga memperhatikan nilai budaya lokal masyarakat Indonesia.

"Protokol jamuan makan malam di Istana tetap memperhatikan budaya dan nilai-nilai masyarakat Indonesia," kata pihak Istana dalam keterangannya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X