KUPANG, PORTALOKA.ID - Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan "Pekat Turangga 2025", kegiatan ini menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat yang meresahkan.
Seperti premanisme, pungutan liar, peredaran narkoba, perjudian, senjata api ilegal, minuman keras (miras), serta tindak prostitusi dan kejahatan jalanan lainnya.
Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Operasi Pekat Turangga 2025 berhasil menyita 6 pucuk senjata api rakitan dan 100 liter minuman keras di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 25 Mei 2025, malam.
Operasi yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA hingga pukul 20.00 WITA tersebut dipimpin oleh Kasatgas Gakkum AKP Yeni Setiono, bersama tim Resmob Polres Kupang.
Baca Juga: Resep Balado Terong, Masakan Rumah Sederhana Gurih Pedas dan Menggugah Selera, Jadi Teman Makan Nasi
Dengan melakukan pendekatan persuasif dan edukasi hukum kepada masyarakat.
Tim berhasil menjalin komunikasi yang baik dengan sejumlah warga yang diketahui memiliki senjata api rakitan jenis senapan tumbuk serta menyimpan miras dalam jumlah besar.
Hasil dari operasi tersebut, tim Satgas Gakkum mengamankan 6 pucuk senjata api rakitan (senapan tumbuk).
Serta satu tas berwarna kuning berisi bubuk mesiu, peluru logam bulat (besi beton) dan 20 jerigen minuman keras lokal, dengan total mencapai 100 liter.
Baca Juga: Terungkap Perjanjian Pelaku dan Korban saat Duel Maut di Jalan Bawuran Bantul Yogyakarta
Seluruh barang bukti diserahkan secara sukarela oleh pemilik setelah diberikan pemahaman tentang resiko hukum dan potensi bahaya yang ditimbulkan.
Langkah ini diapresiaai oleh aparat sebagai bentuk kesadaran hukum masyarakat yang mulai meningkat berkat pendekatan humanis dari kepolisian.
Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Polres Kupang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Operasi Pekat Turangga ini bukan sekedar penindakan, tetapi juga bagian dari upaya preventif untuk menumbuhkan kesadaran hukum di tengah masyarakat," ujar AKBP Rudy Junus Jacob Ledo.
Artikel Terkait
Warga Digegerkan dengan Penemuan Seorang Bayi Perempuan dalam Kardus di Desa Kiuoni, Kupang, Polisi Lakukan Penyelidikan
TRAGIS! Dua Bocah SD di Kupang NTT Tewas Terseret Arus Banjir Kali Bibe saat Hendak ke Kebun, Begini Kronologinya
Polsek Kota Lama Tangkap Pelaku Penganiayaan di Paradiso Kupang, Seorang Pemuda Terluka Akibat Tebasan Parang
Hendak Memancing, 5 Warga Kupang NTT Alami Kecelakaan Laut di Perairan Kbo'o Amarasi Selatan, Polisi Ungkap Kronologinya
Kronologi 5 Warga Amfoang Selatan Kupang Digigit Anjing Liar, Tim Medis Segera Beri Vaksin Rabies
Penemuan Jasad Bayi di Selokan Gegerkan Warga Kupang NTT, Diduga Baru Dilahirkan, Begini Kronologinya
Warga Desa Pitay Kupang NTT Ditemukan Tewas Mengambang, Diduga Tenggelam di Laut saat Periksa Perangkap Ikan Tradisional
Tindak Tegas Polda Nusa Tenggara Timur Terhadap Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Anggota Satlantas Polresta Kupang Kota
Pembunuhan Sadis di Desa Timau Kupang Terungkap, Suami Tega Aniaya Istri Hingga Tewas dan Gantung Mayatnya pada Pohon Johar
Penemuan 3 Bahan Peledak Gegerkan Warga Kupang NTT, Diduga Peninggalan Zaman Perang, Saksi Mata Ungkap Kronologinya