Minggu, 19 Juli 2026

Sebut Ijazah Jokowi Asli, Bareskrim Beberkan Sejumlah Bukti, Salah Satunya Map Kumal

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 22 Mei 2025 | 19:34 WIB
Bareskrim Polri ungkap keaslian ijazah Jokowi (Instagram @jokowi)
Bareskrim Polri ungkap keaslian ijazah Jokowi (Instagram @jokowi)

PORTALOKA.ID - Polemik soal tudingan ijazah Joko Widodo (Jokowi) palsu masih jadi perbincangan hangat.

Warganet khususnya di media sosial X, masih ramai memperbincangkan soal keaslian ijazah Jokowi.

Kekinian, Bareskrim Polri memastikan keaslian ijazah Jokowi setelah melakukan perbandingan dengan ijazah milik tiga alumni seangkatan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyelidikan terhadap laporan dugaan ijazah palsu yang menyeret nama mantan kepala negara.

Baca Juga: Begini Pengakuan Roy Suryo Usai Diperiksa Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

“Uji banding ini dilakukan terhadap ijazah asli milik Bapak Jokowi, dan tiga ijazah pembanding dari rekan seangkatan beliau di UGM dengan tahun kelulusan yang sama,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, dalam konferensi pers di Bareskrim, Kamis, 22 Mei 2025.

Menurut Djuhandhani, uji forensik laboratorium menunjukkan seluruh elemen ijazah tersebut identik.

Pemeriksaan meliputi jenis kertas, tulisan, hingga map penyimpanan dokumen.

“Map yang digunakan untuk menyimpan ijazah Pak Jokowi itu masih sama persis dengan map milik rekan-rekannya. Bahkan, map tersebut kondisinya sudah kumal," katanya.

Baca Juga: Laporkan 5 Orang ke Polda Metro Jaya, Jokowi Ungkap Alasan Baru Lapor Tudingan Ijazah Palsu Sekarang

Hal tersebut dinilai memperkuat bukti bahwa dokumen tersebut memang dikeluarkan secara resmi oleh UGM pada periode waktu yang bersangkutan.

Sebelumnya, Bareskrim menerima laporan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) terkait dugaan pemalsuan ijazah mantan Presiden Jokowi.

Namun setelah serangkaian klarifikasi dengan sejumlah pihak, termasuk pihak UGM, penyelidikan tidak menemukan tanda-tanda pemalsuan.

Djuhandhani juga menjelaskan bahwa proses uji forensik dilakukan secara menyeluruh, termasuk memeriksa bahan kertas, sistem pengamanan kertas, jenis bahan cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, serta tinta tanda tangan dari dekan dan rektor UGM.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X